Kebakaran Lahan 600 Meter Persegi di Cimahi Diduga akibat Pembakaran Liar

Kebakaran lahan seluas 600 meter persegi terjadi di Jalan Ciseupan, Cimahi. Damkar menduga api dipicu pembakaran liar yang dilakukan tanpa pengawasan.

Kebakaran Lahan 600 Meter Persegi di Cimahi Diduga akibat Pembakaran Liar
Petugas saat memadamkan kebakaran lahan seluas 600 m² di Cibeber yang dipicu pembakaran sembarangan.

INILAHKORAN.ID - kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Cimahi, kali ini menyasar kawasan Jalan Ciseupan, RT 07/07, Kelurahan Cibeber, pada Rabu (7/10/2026). Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi menyebut peristiwa ini diduga kuat berakar dari kelalaian warga yang melakukan pembakaran liar tanpa pengamanan memadai dan kebiasaan yang berulang kali menjadi pemicu kebakaran di wilayah tersebut. 

Luas lahan yang terbakar mencapai 600 meter persegi dari total objek seluas sekitar 5.000 meter persegi, dan beruntung tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menjelaskan, laporan masuk pada pukul 14.32 WIB, hanya sebentar setelah api mulai terlihat sekitar pukul 14.05 WIB. 

"Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Regu 3 tiba di lokasi sekitar pukul 14.39 WIB," kata Aep dalam keterangannya Kamis (8/10/2026).

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 15.32 WIB, dilanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang tersembunyi dan kembali menyala. 

Lahan yang terbakar diketahui milik warga atas nama Bapak Kerta. Pemeriksaan di lapangan menguatkan dugaan aktivitas pembakaran yang dilakukan secara lalai tanpa pengawasan memicu menjalarnya api ke area rumput kering dan semak belukar. 

"Kondisi cuaca yang kering mempercepat penyebaran api sebelum akhirnya dikuasai petugas," ungkapnya.

Setelah kondisi dinyatakan sepenuhnya aman, lanjut Aep, tim kembali ke Markas Komando pada pukul 15.40 WIB. Pihaknya berpesan kepada warga di sekitar lokasi untuk berhenti membakar sampah atau rumput secara sembarangan, terutama saat cuaca kering dan angin berhembus. 

"Kebiasaan yang dianggap sepele ini berpotensi meluas ke rumah warga dan kawasan padat penduduk dalam hitungan menit," katanya.

Aep mengungkapkan, peristiwa ini bukan yang pertama kalinya terjadi dan masyarakat harus mulai sadar bahwa kelalaian kecil dapat berubah menjadi bencana besar.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih ketika api berpotensi dengan cepat merembet dan meluas ke area sekitarnya," ungkapnya.


Editor : Ahmad Sayuti