Imbas Demo dan Panen Raya, Petani Bawang Merah di Sindangkerta KBB Pilih Tunda Panen

arga jual bawang merah yang makin rendah membuat para petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih menunda panennya.

Imbas Demo dan Panen Raya, Petani Bawang Merah di Sindangkerta KBB Pilih Tunda Panen
Tak cuma imbas aksi demonstrasi di berbagai wilayah beberapa waktu lalu, turunnya harga bawang merah lantaran saat ini sedang masa panen raya, sehingga stok bawang merah di pasaran melimpah. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Harga jual bawang merah yang makin rendah membuat para petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih menunda panennya.

Tak cuma imbas aksi demonstrasi di berbagai wilayah beberapa waktu lalu, turunnya harga bawang merah lantaran saat ini sedang masa panen raya, sehingga stok bawang merah di pasaran melimpah.

"Harga bawang merah sekarang sedang turun bersamaan dengan ramainya aksi demo di Jakarta, beberapa waktu lalu. Selain itu, sekarang sedang masa panen raya," kata salah seorang petani bawang, Dudung Suherman (56) di Kampung Cirangkong RT 1 RW 2, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Senin 8 September 2025.

Sebelum terjadi demo dan panen raya, ungkap Dudung, harga bawang merah di tingkat petani bisa mencapai Rp45.000 per kilogram. 

Bahkan, ketika terjadi aksi demo di Jakarta dan beberapa tempat lainnya, harga bawang merah merosot tajam.

"Saya mendapat info dari petani lain yang sudah menjual bawang merah Rp20 ribu perkilogram. Dijual segitu, ya rugi tak sebanding dengan modal," keluhnya.

Oleh karena itu, Dudung memilih untuk menunda panen. Dengan harapan harga bawang merah di tingkat petani akan terdongkrak naik dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rata-rata harga bawang merah di pasar tradisional Rp45.00 sampai Rp48.000 per kilogram.

Dudung maupun petani lainnya, biasa menjual ke bandar. Oleh bandar dipasarkan ke Pasar Induk Cibitung Bekasi, Pasar Kramat Jati Jakarta, dan sebagainya.

"Bandar pun sampai hari, belum ada yang menghubungi. Mungkin stok lama di pasar masih banyak sehingga belum perlu membeli sekarang ke petani," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani