4 Bulan, 59 Kebakaran Lahan Terjadi di Cianjur, BPBD Waspadai Efek Kemarau Panjang
BPBD Cianjur mencatat 59 kejadian kebakaran lahan selama empat bulan dengan luas terdampak 40 hektare. Warga diminta waspada selama kemarau panjang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul kemarau panjang yang masih berlangsung. Selama empat bulan terakhir, BPBD mencatat 59 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 40 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, puluhan kejadian tersebut tersebar di 16 kecamatan. Kebakaran dipicu sejumlah faktor, mulai dari kelalaian manusia hingga kondisi cuaca panas dan kering.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Sukaluyu mencatat kejadian terbanyak dengan 11 kasus. Berikutnya, Kecamatan Cilaku dengan 10 kejadian dan Kecamatan Cibeber sebanyak tujuh kejadian.
Samudra menyebut sebagian besar kebakaran dipicu kebiasaan warga membakar sampah sembarangan.
"Sedangkan kejadian lainnya di Kecamatan Sindangbarang, Cikalongkulon, Cianjur, Cugenang, Gekbrong, Cipanas, Mande, Cibinong, Cidaun, Cikadu, Campaka, Pagelaran, dan Tanggeung, di mana rata-rata lahan terbakar lebih dari 1.000 meter persegi," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).
Titik Rawan Kebakaran Tersebar di Cianjur
Berdasarkan peta risiko titik api, wilayah dengan tingkat risiko sangat tinggi yang ditandai warna merah dan risiko tinggi berwarna oranye tersebar di hampir seluruh Kabupaten Cianjur. Area rawan tersebut membentang dari perbatasan Kabupaten Bogor di bagian utara hingga pesisir Samudra Hindia di Cianjur selatan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kemarau panjang dan suhu panas masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur. Cuaca kering membuat rumput liar serta tanaman di pinggir jalan mudah terbakar ketika terkena percikan api.
Karena itu, BPBD terus memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi hingga ke pelosok desa. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
"Upaya pencegahan terus dilakukan termasuk sosialisasi hingga ke pelosok agar masyarakat tidak membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan," ujar Samudra.
Ia juga mengingatkan para pengendara agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala. Dalam kondisi vegetasi mengering akibat cuaca panas, percikan api kecil sekalipun berpotensi memicu kebakaran lahan.
Relawan Diminta Aktif Sosialisasikan Pencegahan
Samudra menjelaskan, puluhan kejadian kebakaran lahan di Cianjur berkaitan dengan kombinasi faktor alam akibat kemarau panjang dan suhu panas ekstrem serta aktivitas manusia, seperti membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD meminta relawan di setiap desa dan kecamatan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
"Kami meminta relawan di setiap desa dan kecamatan menggencarkan sosialisasi hingga ke pelosok agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi seiring cuaca panas ekstrem, segera melapor ketika melihat titik api di lingkungan tempat tinggal agar segera ditangani," katanya.
BPBD berharap keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan pelaporan dini dapat menekan risiko kebakaran, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung di wilayah Cianjur.
Editor : Ahmad Sayuti
