Demo BEM SI Jabar Bubar, Lalu Lintas Dago-Cikapayang Kembali Normal
Massa BEM SI Jawa Barat membubarkan diri dari Simpang Dago-Cikapayang, Bandung, Senin sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat membubarkan diri setelah menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Dago-Cikapayang, Kota Bandung, Senin (26/10/2026) sore. Arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali dibuka dan normal dilalui kendaraan.
Sebelum meninggalkan lokasi secara tertib, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan orasi yang menyoroti dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap penegakan hukum dan kebebasan sipil yang mereka nilai mengalami kemunduran.
Ketua BEM Unisal, Muhammad Indra Wijaya (22), menegaskan bahwa aksi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah agar segera mengevaluasi berbagai persoalan yang disuarakan mahasiswa.
"Melihat persoalan hari ini, hukum masih tajam ke bawah tumpul ke atas," ujar Indra di lokasi aksi menjelang pembubaran massa, Senin (26/10/2026).
Mahasiswa Kritik Penegakan Hukum dan Kebebasan Sipil
Selain menyoroti penegakan hukum, mahasiswa BEM SI Jawa Barat juga mengkritik wacana revisi Undang-Undang TNI dan Polri.
Indra menyebut wacana tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait masa depan demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diambil tetap menjamin kebebasan warga negara serta penegakan hukum yang berkeadilan.
"Apalagi dengan revisi UU TNI-Polri, muncul kekhawatiran rezim baru. Kebebasan sipil tidak bebas. Yang berdaulat hari ini seolah TNI dan Polri," tegas Indra.
Kritik tersebut menjadi bagian dari evaluasi mahasiswa terhadap perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran yang memasuki tahun kedua pada Oktober 2026.
Persoalan karhutla Turut Disorot
Mahasiswa juga menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai terus berulang tanpa penyelesaian permanen.
Indra mempertanyakan efektivitas langkah pencegahan pemerintah, mengingat negara memiliki instrumen dan kemampuan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
"Begitu juga persoalan karhutla yang sudah lama berulang, padahal kita punya intelijen dan instrumen negara untuk mencegahnya," ujarnya.
Mahasiswa berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan langkah penanganan berbagai persoalan tersebut.
Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Setelah menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian, massa BEM SI Jawa Barat akhirnya membubarkan diri secara tertib dari Simpang Dago-Cikapayang.
Seiring berakhirnya aksi, arus lalu lintas yang sebelumnya dialihkan akibat penutupan jalan kembali dibuka dan normal dilalui kendaraan.
Aksi tersebut menjadi bagian dari penyampaian kritik mahasiswa terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Mahasiswa berharap berbagai persoalan yang mereka soroti mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui langkah konkret pemerintah.***
Editor : JakaPermana
