Polresta Bogor Kota dan Cipayung Plus Galang Dana untuk Korban Karhutla

Polresta Bogor Kota bersama Cipayung Plus menggalang dana untuk korban karhutla. Bantuan direncanakan menyasar Kalimantan Tengah dan NTT.

Polresta Bogor Kota dan Cipayung Plus Galang Dana untuk Korban Karhutla
Polresta Bogor Kota bersama Cipayung Plus menggalang dana untuk korban karhutla. Bantuan direncanakan menyasar Kalimantan Tengah dan NTT.

INILAHKORAN– Polresta Bogor Kota bersama gabungan organisasi Mahasiswa Cipayung Plus menggelar penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Aksi solidaritas tersebut dilaksanakan bersamaan dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Mako Polresta Bogor Kota, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu, 28 Oktober 2026.

Dana yang terkumpul direncanakan untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran, mendukung kebutuhan penanganan di lokasi bencana, serta mendorong pemulihan lingkungan pascakebakaran.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom mengajak seluruh personel kepolisian berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Cipayung Plus juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut memberikan bantuan.

Polresta Bogor Kota Apresiasi Aksi Solidaritas Mahasiswa

Adhitya mengapresiasi inisiatif organisasi mahasiswa yang menggelar Aksi Kemanusiaan bagi masyarakat terdampak karhutla. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan Cipayung Plus yang telah berinisiatif mengadakan aksi solidaritas sebagai wujud kepedulian melalui penggalangan dana,” ungkap Adhitya kepada wartawan.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Polresta Bogor Kota mengerahkan personel dalam pengumpulan donasi. Penghimpunan bantuan dilakukan melalui pemindaian kode QR yang dibagikan oleh anggota kepolisian dan jajaran polsek.

Adhitya berharap dana yang terkumpul dapat membantu mendukung penanganan karhutla sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Selain itu, bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Bantuan Karhutla Disiapkan untuk Kalimantan Tengah dan NTT

Perwakilan Cipayung Plus yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Moeltazam, menjelaskan bahwa dana hasil penggalangan akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana.

Bantuan yang direncanakan meliputi biaya operasional, obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan pemadaman kebakaran, hingga bibit pohon untuk mendukung pemulihan lingkungan.

“Kami akan membawa dana ke lokasi, kemudian langsung membelanjakannya sesuai kebutuhan masyarakat. Barang-barang tersebut akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Moeltazam mengatakan penggalangan dana tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan bantuan secara langsung kepada warga. Ke depan, Cipayung Plus berencana memperluas kerja sama dengan berbagai instansi dan masyarakat agar jangkauan bantuan semakin luas.

Adapun wilayah yang direncanakan menjadi sasaran penyaluran bantuan mencakup Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Moeltazam, upaya membantu masyarakat terdampak juga perlu disertai langkah penanganan karhutla secara menyeluruh. Bantuan kemanusiaan dinilai perlu berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah untuk mengatasi penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa.

Mahasiswa Dorong Pemerintah Maksimalkan Penanganan Karhutla

Di tempat yang sama, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bogor, La Olo Abdul, menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui bantuan sosial bagi masyarakat terdampak.

Ia mendorong pemerintah pusat mengambil langkah lebih maksimal untuk menghentikan penyebaran titik api dan memperkuat penanganan kebakaran.

“Kami memberikan masukan kepada pemerintah pusat agar berusaha lebih maksimal lagi sehingga titik-titik api ini bisa dihentikan. Mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan sekaligus menyampaikan masukan kepada pemerintah,” terangnya.

Menurut La Olo, kontribusi mahasiswa dapat diwujudkan melalui dua langkah, yakni membantu masyarakat terdampak secara langsung dan menyampaikan masukan mengenai upaya penanganan karhutla kepada pemerintah.

Kolaborasi antara Polresta Bogor Kota, Cipayung Plus, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat solidaritas bagi korban kebakaran hutan dan lahan. Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, aksi tersebut juga diharapkan mendukung pemulihan lingkungan di wilayah terdampak.***


Editor : JakaPermana