Wali Kota Bogor Minta Tunggu Keterangan Polisi soal Kabar Keberadaan Bayu
Dedie A. Rachim meminta masyarakat menunggu keterangan resmi polisi terkait kabar keberadaan Bayu, ASN yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Cisadane.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta masyarakat dan seluruh pihak menunggu keterangan resmi kepolisian terkait kabar keberadaan Bayu, aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Cisadane.
Hal tersebut disampaikan Dedie menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut Bayu berada di Sukabumi. Informasi itu bahkan disertai kabar bahwa Bayu telah menikah lagi.
Dedie menegaskan, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena Bogor-kota'>Polresta Bogor Kota masih melakukan penyelidikan.
"Betul atau tidaknya kan perlu fakta, perlu bukti. Jadi sabar lah, saya aja yang dapat informasi saya cicing-cicing wae (diam-diam saja) kan, nunggu aja dulu gimana, bener enggak," ungkap Dedie, Kamis (17/9/2026).
Dedie juga meminta jajaran Bogor'>Pemkot Bogor, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tidak menyampaikan informasi yang belum terverifikasi kepada publik.
Menurutnya, kehati-hatian diperlukan karena persoalan tersebut berkaitan dengan proses penyelidikan aparat penegak hukum sekaligus menyangkut informasi pribadi seseorang.
"Kami menahan diri. Jadi intinya kan kami serahkan semua kepada aparat yang berwajib. Semua ini kan masih dalam konteks penyelidikan tadi," tambahnya.
Masyarakat Diminta Tidak Gegabah
Dedie mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai keberadaan Bayu. Namun, kepastian tersebut harus didasarkan pada fakta dan bukti, bukan informasi yang beredar di media sosial.
"Jadi jangan gegabah. Begini-begini kan sensitif, masyarakat juga butuh kepastian. Saya ingatkan agar perkembangan penyelidikan tidak diumbar secara terbuka sebelum kepolisian menyampaikan hasilnya. Informasi yang terlalu cepat disebarkan justru berpotensi mengganggu proses pencarian," paparnya.
Ia menilai, penyampaian informasi secara terbuka sebelum waktunya juga berpotensi mengganggu langkah aparat dalam proses penyelidikan.
"Dedie menjelaskan, kemudian juga aparat penegak hukum juga kalau kemudian dibocorkan, bisa jadi kabur kan."
"Jadi tolong lah ya, semuanya menahan diri untuk tidak memberikan statement apa pun. Ya kita tunggu," jelasnya.
Bogor-kota'>Polresta Bogor Kota Masih Menyelidiki
Dedie mengaku belum menerima laporan resmi dari Bogor-kota'>Polresta Bogor Kota mengenai perkembangan kasus tersebut. Meski demikian, ia telah mendapat komunikasi bahwa kepolisian sedang melakukan langkah penyelidikan untuk mengetahui keberadaan Bayu.
"Laporan resminya belum diterima, tetapi ada komunikasi bahwa sedang dilakukan langkah penyelidikan oleh Polresta Bogor. Apabila Bayu nantinya berhasil ditemukan, penanganan selanjutnya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum berdasarkan fakta dan bukti yang diperoleh," tuturnya.
Dedie juga mengaku telah berdialog dengan Wakapolres Bogor terkait penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan, apabila Bayu berhasil ditemukan, persoalan selanjutnya harus diproses sesuai fakta dan bukti yang ditemukan.
"Saya cuma berpesan, kebetulan waktu itu dialog dengan Pak Wakapolres, agar kalau memang yang bersangkutan bisa ditemukan, berarti kan ini harus diproses," tegas Dedie.
Menurut Dedie, kepolisian nantinya yang akan memberikan penjelasan resmi mengenai keberadaan Bayu serta alasan di balik proses pencarian terhadap yang bersangkutan.
"Di mana keberadaannya, kemudian kenapa harus dicari, kenapa yang bersangkutan itu kemudian membuat alibi seolah-olah menghilang dan lain sebagainya, kita tunggu aja keterangan resmi dari Polresta Bogor," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

