BMKG Catat 8 Gempa Beruntun di Bandung Selatan, Getaran Terasa hingga Pangalengan
Gempa Bandung Selatan M3,0 terjadi Rabu pagi dan menjadi bagian dari delapan gempa yang tercatat BMKG. Gempa dangkal dipicu aktivitas sesar aktif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aktivitas sesmik gempa bumi mengguncang wilayah Bandung Selatan, Rabu (16/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya delapan kejadian gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung sejak pukul 06.10 WIB.
gempa yang paling terasa terjadi pada pukul 08.11.31 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,0. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 6 kilometer.
Plt Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Bandung Selatan.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Ana dalam keterangan resmi BMKG, Rabu (16/9/2026).
Getaran gempa dirasakan warga di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), intensitas gempa mencapai III MMI.
Pada skala tersebut, guncangan terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas seismik masih terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Hingga pukul 08.50 WIB, tercatat delapan kejadian gempa bumi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial yang telah terverifikasi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

