Rumah Yatim Salurkan 2.937 Paket Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Rumah Yatim menyalurkan 2.937 paket bantuan untuk penyintas gempa NTT di Nagekeo dan berencana memperluas bantuan ke Manggarai Timur serta Ngada.

Rumah Yatim Salurkan 2.937 Paket Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
2.937 Paket Bantuan Telah Tiba di Nagekeo! Rumah Yatim Siap Lanjutkan ke Manggarai Timur dan Ngada Bulan Depan

INILAHKORAN.ID  - Sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan pascagempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, Rumah Yatim telah menyalurkan sebanyak 2.937 paket bantuan kemanusiaan kepada ribuan penyintas yang masih bertahan di lokasi pengungsian, khususnya di Kabupaten Nagekeo. 

Penyaluran yang dilakukan sepanjang bulan Agustus ini menjadi bukti nyata kehadiran lembaga kemanusiaan tersebut di tengah masyarakat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. 

Lebih dari sekadar pendistribusian logistik, upaya ini juga menyoroti pentingnya menjangkau posko-posko mandiri yang selama ini kurang tersentuh bantuan, sekaligus membuka jalan bagi perluasan aksi kemanusiaan ke wilayah lain yang tak kalah membutuhkan.

Rincian bantuan yang telah disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh sekitar 7.000 pengungsi di wilayah Nagekeo. 

Terdiri dari 1.032 paket makanan dan minuman, 1.852 paket kebutuhan sanitasi dan air bersih, 51 paket sandang, serta 2 paket obat-obatan, total 2.937 paket tersebut didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di kawasan Lape, Kecamatan Aesesa, dan sekitarnya. 

Yang menjadi perhatian khusus, sambung Sani, penyaluran ke posko-posko mandiri seperti Posko Kesidari/Dediwuwu, Posko Mandiri Kampung Kolibali, dan Posko Mandiri Desa Tonggurambang, sebab lokasi - lokasi tersebut tidak selalu masuk dalam daftar prioritas namun dihuni oleh warga yang membutuhkan bantuan sama besar. 

Sebagian besar bantuan bahkan didistribusikan hingga malam hari agar dapat segera sampai ke tangan warga yang menanti di tenda-tenda darurat," ujarnya.

Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan bukan sekadar urusan logistik, melainkan juga soal memastikan masyarakat merasa tidak sendirian di tengah masa sulit. 

"Hal inilah yang mendorong tim untuk terus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses," kata Sani, Kamis (3/9/2026). 

Merespons kebutuhan yang masih besar di wilayah lain, Rumah Yatim merencanakan perluasan jangkauan bantuan pada bulan September mendatang, yang akan diarahkan ke Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, dua wilayah yang juga terdampak parah namun belum banyak menerima bantuan

Selain kebutuhan fisik, Rumah Yatim juga merencanakan program pemulihan psikologis bagi anak-anak penyintas melalui kegiatan trauma healing, agar mereka tidak hanya kembali terpenuhi kebutuhan dasarnya, tetapi juga pulih kembali rasa aman dan keceriaan mereka.

"Pada tahap berikutnya, kami juga ingin memberikan perhatian kepada anak-anak. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ruang untuk memulihkan rasa aman dan keceriaan mereka. Karena itu, trauma healing menjadi salah satu rencana yang akan kami dorong dalam respons Rumah Yatim di NTT," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti