Rumah Yatim Salurkan Program Sosial kepada 836.258 Penerima Manfaat Sepanjang 2025
Rumah Yatim mencatat 836.258 penerima manfaat dari program sosial sepanjang 2025 yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rumah Yatim mencatat capaian luar biasa dalam penyaluran berbagai program sosial sepanjang tahun 2025, dengan total 836.258 jiwa penerima manfaat yang tersebar di 21 provinsi di seluruh Indonesia.
Angka ini bukan sekadar statistik organisasi, melainkan bukti nyata bagaimana amanah masyarakat yang dititipkan melalui donasi dapat diwujudkan menjadi manfaat yang nyata di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, hingga dakwah.
Capaian ini sekaligus menjadi penegasan komitmen lembaga dalam mengelola dana secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dari lima bidang utama program yang dijalankan, bidang kemanusiaan menjadi yang paling banyak menjangkau masyarakat, yakni 641.134 jiwa.
Posisi kedua ditempati bidang pendidikan dengan 114.805 jiwa, disusul bidang dakwah sebanyak 61.681 jiwa, bidang kesehatan 15.046 jiwa, dan bidang ekonomi 3.592 jiwa.
Berdasarkan kelompok asnaf, penerima manfaat didominasi oleh kelompok masyarakat miskin sebanyak 682.637 jiwa, kemudian fakir 96.564 jiwa, dan fisabilillah 56.342 jiwa.
Sebaran wilayah menunjukkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan penerima manfaat terbanyak, yaitu 225.227 jiwa, diikuti DKI Jakarta 152.708 jiwa, Banten 110.583 jiwa, Sumatera Utara 70.142 jiwa, dan DI Yogyakarta 52.541 jiwa.
Data ini menunjukkan upaya Rumah Yatim dalam memperluas akses pelayanan sosial secara merata di berbagai wilayah, tidak hanya terpusat di pulau Jawa saja.
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani menegaskan, angka lebih dari 836 ribu penerima manfaat tersebut bukan sekadar pencapaian kuantitas, melainkan cerminan dari bagaimana setiap rupiah amanah masyarakat diterjemahkan menjadi perubahan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
"Bagi kami, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, capaian 836 ribu lebih penerima manfaat sepanjang 2025 bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana amanah masyarakat dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," kata Sani, Kamis (3/9).
Ia menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama yang terus dijaga, karena kepercayaan masyarakat adalah fondasi keberlanjutan program.
Ke depan, Rumah Yatim berencana memperkuat program yang sudah berjalan sekaligus memperluas jangkauan, agar manfaat yang diberikan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima secara berkelanjutan.
Hal ini tertuang dalam Laporan Tahunan 2025 yang resmi dirilis, sebagai bentuk pertanggungjawaban terbuka kepada seluruh pihak yang telah mendukung.
"Kami menyadari masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Ke depan, Rumah Yatim akan terus memperkuat program yang sudah berjalan sekaligus memperluas jangkauan manfaat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

