Gempa M4,2 Guncang Kabupaten Bandung, BMKG: Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, Minggu (6/9/2026) pukul 09.06 WIB.

Gempa M4,2 Guncang Kabupaten Bandung, BMKG: Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, Minggu (6/9/2026) pukul 09.06 WIB. 

Getaran dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, namun hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun gempa susulan.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo terbaru M4,1 dengan episenter berada di laut pada koordinat 7,69 Lintang Selatan dan 107,37 Bujur Timur. Lokasinya sekitar 76 kilometer barat daya Kabupaten Bandung pada kedalaman 56 kilometer.

Plt Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke Lempeng Eurasia," ujar Hartanto dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (6/9/2026).

BMKG mencatat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di wilayah Sindangbarang, Singajaya, Pamengpeuk, Cidaun, dan Rancabuaya. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk besar yang sedang melintas.

Sementara itu, warga di kawasan Pangalengan merasakan getaran dengan intensitas II MMI, di mana gempa hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Meski getaran dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG memastikan belum menerima laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

"Hingga pukul 09:20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," kata Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.***


Editor : JakaPermana