Warga Sempat Waswas, BMKG Pastikan Dentuman Bandung Bukan Sesar Lembang

BMKG memastikan dentuman misterius yang terdengar di Bandung Raya bukan berasal dari aktivitas Sesar Lembang maupun Sesar Cimandiri.

Warga Sempat Waswas, BMKG Pastikan Dentuman Bandung Bukan Sesar Lembang
Ilustrasi dentuman di Bandung, BMKG pastikan itu bukan berasal dari Sesar Lembang...

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung memastikan suara dentuman keras yang terdengar berulang di wilayah Bandung Raya sejak Jumat (4/9/2026) malam tidak bersumber dari pergerakan struktur geologi lokal. 

BMKG menegaskan seluruh alat pemantau seismik tidak mencatat adanya aktivitas pergerakan pada jalur Sesar Lembang maupun Sesar Cimandiri.

Kepastian ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang sempat menduga dentuman tersebut merupakan pertanda gempa bumi tektonik. 

BMKG mencatat bahwa cuaca di seluruh wilayah Bandung Raya pada rentang waktu kejadian dalam kondisi cerah tanpa adanya gangguan petir lokal yang signifikan.

"Berdasarkan data seismik kami, aktivitas di Sesar Lembang tidak signifikan. Artinya, tidak ada aktivitas kegempaan yang berkembang pada jam yang dicurigai," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I  Bandung Suaidi Ahadi, Sabtu (5/9).

Teguh membandingkan peristiwa ini dengan peristiwa gempa Cianjur tahun 2022 lalu yang memang memicu dentuman akibat rekaman gelombang seismik nyata atau fenomena swarm earthquake. 

Namun pada kasus dentuman kali ini, seluruh sensor kegempaan di kawasan Bandung berada dalam angka nol aktivitas.

Guna menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, BMKG memastikan pengawasan atmosfer dan kegempaan terus dilakukan secara penuh selama 24 jam nonstop. 

Warga diimbau untuk tetap tenang, menjalankan aktivitas secara normal, serta selalu memverifikasi seluruh informasi terkait fenomena alam melalui kanal resmi aplikasi InfoBMKG.


Editor : Ahmad Sayuti