Kabupaten Bogor Berpotensi Dilanda Kekeringan Meteorologis 1-10 September
Kabupaten Bogor masuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada 1-10 September. Warga diminta waspada kebakaran dan krisis air.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Bogor'>Kabupaten Bogor bersama 18 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat berpotensi mengalami bencana Kekeringan meteorologis pada 1 hingga 10 September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat kondisi tersebut.
Beberapa dampak yang perlu diantisipasi di antaranya berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko Kekeringan pada sektor pertanian, hingga potensi Kebakaran Hutan dan lahan.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan perkembangan kondisi Kekeringan melalui informasi resmi BMKG.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran di wilayah yang mengalami Kekeringan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto secara khusus meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan yang kondisinya kering.
"Untuk mencegah kebakaran lahan, apalagi hutan, kami meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena sesuai prakiraan BMKG, kita akan mengalami bencana Kekeringan meteorologis," ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Rudy mengatakan kondisi Kekeringan di Bogor'>Kabupaten Bogor sebenarnya telah berlangsung selama beberapa bulan.
Pemkab Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terus melakukan berbagai langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Salah satunya melalui penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
"Bencana Kekeringan atau Musim Kemarau sudah beberapa bulan terjadi, kami sudah menyalurkan bantuan air bersih, pembangunan embung, pembangunan sumur bor dan juga mempercepat masa tanam maupun masa panen, hingga petani terhindar dari gagal panen," katanya.
Selain BPBD dan SKPD terkait, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan juga dilibatkan dalam upaya penanganan dampak Kekeringan di wilayah Bogor'>Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat ketersediaan sumber air melalui pembangunan embung dan sumur bor.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi semakin terbatasnya sumber air selama Musim Kemarau sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah Daerah Jabar Berpotensi Kekeringan
Potensi Kekeringan meteorologis tidak hanya terjadi di Bogor'>Kabupaten Bogor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Barat yang juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak.
Selain Bogor'>Kabupaten Bogor, Kota Cimahi tercatat berstatus waspada.
Sementara Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya berada dalam status siaga.
Di sisi lain, sejumlah daerah tidak mendapatkan peringatan potensi Kekeringan meteorologis, yakni Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung dan Kota Depok.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat Musim Kemarau masih berlangsung dan potensi dampaknya dapat meluas, mulai dari keterbatasan air bersih hingga meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan lahan.
Pemkab Bogor pun meminta masyarakat ikut berperan dalam mencegah dampak Kekeringan, salah satunya dengan menjaga sumber air dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan maupun membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api di kawasan yang kering.***
Editor : JakaPermana

