PEMALU Series 1, 300 Pecinta Bulu Tangkis Berkumpul di Bandung
Sebanyak 300 pebulu tangkis mengikuti PEMALU Series 1 di GOR Setiabudi Bandung. Turnamen ini memperebutkan Piala Wakil Wali Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 300 pebulu tangkis dari berbagai daerah berkumpul di GOR Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2026) dalam ajang Pemuda Main Badminton Mululu (Pemalu) Series 1.
Turnamen yang memperebutkan Piala Wakil Wali Kota Bandung ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah silaturahmi yang menghubungkan mantan atlet, pecinta olahraga, hingga pemuda dari berbagai latar belakang.
Mayoritas peserta berasal dari Kota Bandung, namun antusiasme juga datang dari luar daerah seperti Majalaya, Kabupaten Bandung, hingga Kota Tangerang membuktikan bahwa bulu tangkis tetap menjadi olahraga yang mampu menyatukan lintas wilayah dan usia.
Kegiatan ini mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Kota Bandung melalui Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang hadir bersama jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), pihak kecamatan, serta kelurahan.
Dalam sambutannya, Erwin secara resmi membuka turnamen sekaligus memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mandiri para pemuda yang menggagas acara tersebut.
"Saya sangat kagum dan mengapresiasi para pemuda yang mengadakan turnamen Pemuda Main Badminton Mululu. Tujuannya sangat baik, yaitu untuk mempererat silaturahmi dengan seluruh pemain bulu tangkis di Kota Bandung," kata Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.
Ia menegaskan bahwa geliat olahraga masyarakat harus terus didukung, karena bukan hanya menyehatkan fisik dan mental, tetapi juga berpotensi melahirkan bibit atlet unggul yang suatu hari dapat mengharumkan nama Kota Bandung di tingkat provinsi hingga nasional.
"Kalau olahraga terus kita dukung, tentu bisa menghadirkan bibit unggul yang dapat bermain di tingkat kota, provinsi maupun nasional," katanya.
Pemerintah Kota Bandung juga terbuka untuk mendukung kegiatan serupa ke depannya, termasuk pemanfaatan fasilitas lapangan secara gratis bagi inisiatif masyarakat yang positif dan mandiri.
"Harapannya, dari turnamen ini bisa muncul pemain-pemain muda yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Bagi yang sudah tidak muda lagi, tentu ini bisa menjadi hobi dan kebiasaan olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan," ucapnya.
Pemalu Series 1 dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan ruang bertanding bagi mantan atlet dan penghobi bulu tangkis yang berusia 20 hingga 50 tahun ke atas, kelompok yang selama ini kerap kekurangan wadah kompetisi yang sesuai.
"Kalau untuk lapangan sebenarnya bisa kita kasih gratis. Tetapi intinya, ide dari panitia ini wajib diapresiasi. Mereka ingin berdiri dan bergerak dengan cara mereka sendiri, dan itu sangat patut dicontoh," tuturnya.
Ketua Panitia Pemalu Series 1, Yopi Yopiana menjelaskan, dibagi ke dalam dua level, yakni DE dan EE, masing-masing kategori diikuti 64 peserta yang bertanding dalam dua sesi. Selain persaingan di lapangan, tujuan utama turnamen ini justru di luar skor, yakni mempererat silaturahmi antarpecinta bulu tangkis dari berbagai penjuru kota, membangun komunitas yang sehat, serta membentuk organisasi yang mandiri dan berkelanjutan.
"Ini sebenarnya acara silaturahmi. Kalau di Bandung biasanya disebut acara tarkam. Pesertanya ada dari Majalaya, kabupaten, bahkan dari Kota Tangerang. Tetapi kebanyakan dari Kota Bandung," kata Yopi.
"Dulu ada yang menjadi atlet, kemudian setelah usia 20 sampai 50 tahun ke atas tidak ada pertandingan untuk mereka. Nah, kita membuat pertandingan untuk seluruh mantan atlet dan penghobi badminton," ungkapnya.
Panitia juga telah menyiapkan dukungan medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk tanggung jawab keselamatan peserta selama pertandingan berlangsung.
"Ketika pemain badminton dari Bandung Timur, Bandung Selatan, Bandung Utara dan daerah lainnya ada pertandingan, kita berkumpul. Jadi tujuan pertamanya adalah silaturahmi. Kemudian, karena ini Pemalu Series 1, kami juga ingin menjadikan organisasi yang sehat. Olahraganya sehat, organisasinya juga harus sehat," katanya.
"Kami juga melibatkan PMI sebagai bentuk antisipasi. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih besar dan lebih meriah lagi," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

