Legenda Bulu Tangkis Indonesia Iie Sumirat Tutup Usia
Legenda Bulu tangkis Indonesia, Iie Sumirat tutup usia di usia ke-74 tahun di Rumah Sakit Hermina Bandung, pada Selasa, 22 Juli 2025 malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Legenda bulu tangkis Indonesia, Iie Sumirat tutup usia di usia ke-74 tahun di Rumah Sakit Hermina Bandung, pada Selasa, 22 Juli 2025 malam.
Iie Sumirat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legok Ciseureuh, Mekarwangi, Kota Bandung pada Rabu, 23 Juli 2025.
Putra Iie Sumirat, Yayang Tryawan mengatakan Ayahanda sudah merasakan sakit selama satu tahun terakhir ini. Awalnya karena tendonnya putus.
“Awalnya dari tendon yang putus, tidak dirasa, masih melatih, jadi merambat ke atas, paru paru juga. Akhirnya jadi komplikasi,” kata Yayang saat ditemui di sela-sela pemakaman Iie Sumirat.
Selain itu, lanjutnya, Almarhum juga sudah tidak berbicara dalam tiga bulan terakhir. Sehingga kurangnya dalam berkomunikasi.
“Makanya selalu drop, naik, drop, naik, juga begitu di ICU hampir 8 hari naik, turun, naik, turun,” katanya.
Pada akhirnya sang Legenda meninggal dunia pada Selasa 22 Juli 2025 malam. Tepatnya pada pukul 19.31 WIB.
“Ya mungkin ini yang terbaik,” tambah Yayang.
Meski demikian, Yayang mengaku bangga terhadap Iie Sumirat. Apalagi almarhum merupakan sosok Ayah yang tidak pernah marah, baik ke anaknya atau ke orang lain.
“Sangat bangga juga karena Bapak atlet dan bisa mencetak atlet juga, sangat bangga,” imbuhnya.
Salah seorang atlet binaannya adalah Taufik Hidayat. Bahkan Taufik yang kini dipercaya sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) ini menyambangi kediaman almarhum Iie di Jalan Sukabakti VII No.60, RT/RW. 03/07, Sukapura, Kiaracondong, Kota Bandung.
Wamenpora tiba di rumah duka sekitar pukul 02.00 WIB, 23 Juli 2025 dini hari, usai mendapat kabar duka dari kerabat sesama bulu tangkis.
"Tanpa beliau saya tidak akan bisa sampai ke titik ini, dari umur 9 tahun saya mulai latihan sama beliau sampai umur 14 tahun. Diajarin dasar-dasar bulu tangkis seperti apa dan beliau juga menjadi salah satu panutan bulu tangkis tanah air," kenang Taufik.
Karena itu, Taufik merasakan kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Iie Sumirat. Apalagi sosoknya sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.
“Beliau sudah saya anggap seperti orang tua sendiri, karena waktu kecil kalau tidak latihan bahkan tidur dirumahnya sampai sekarang ya, karena rumah sama lapangannya sebelahan sampai sekarang masih ada. Tapi semua tidak ada yang abadi, untuk para atlet usia olahraga bulu tangkis itu ada batasnya, saya harap bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, yang pasti harus ada daya juang untuk Indonesia yang lebih baik lagi," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

