Warga Kaget Bocoran Minyak Sepanjang Pantai, Diduga Bocoran Minyak Proyek Pertamina
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ratusan warga yang tinggal sepanjang pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang dibuat geger lantaran ceceran minyak berbentuk butiran berserakan sepanjang pantai, Selasa (25/8/2026).
Aroma bau menyebar di sepanjang pantai dan pantai terlihat kotor karena butiran hitam berserak di atas pasir pantai. Masyarakat menduga penyebab banyaknya kotoran butiran hitam merupakan kebocoran minyak milik Pertamina yang sedang eksplorasi di tengah laut.
Penggiat Lingkungan Pesisir dan Laut Kabupaten Karawang Wanusuki mengatakan, masyarakat sepanjang pantai dikejutkan banyaknya butiran minyak disepanjang pantai. Butiran tersebut diketahui warga merupakan minyak mentah yang sedang dikerjakan Pertaminta di tengah laut.
Warga sekitar pantai mengetahui karena sebelumnya pernah terjadi kebocoran minyak dan bentuknya sama dengan yang terjadi sekarang ini.
"Ini sepertinya bocoran proyek milik Pertamina. Warga mengetahui jika Pertamina sedang melakukan eksplorasi minyak ditengah laut. Hanya saja bocoran minyak ini sudah mengganggu warga sekitar karena aroma bau," kata Wanusuki.
Menurut Wanusuki, Pertamina sudah lama memanfaatkan laut di seputar Karawang dengan mencari minyak di tengah laut. Karena lokasinya ada di tengah laut warga sebenarnya tidak terganggu. Namun belakangan proyek Pertamina mulai mengganggu warga karena beberapa kali ditemukan kebocoran minyak. Itu diketahui warga karena tumpahan bocoran minyak sampai ke pantai.
"Kalau bocorannya sudah sampai pantai warga sekitar pasti mencium bau menyengat. Belum lagi pantai terlihat menjadi kotor," katanya.
Wanusuki mengatakan dia melihat keseriusan Pertamina untuk menyelesaikan masalah bocoran minyak hingga tuntas. Artinya kebocoran minyak harus diselesaikan hingga tuntas dan tidak terjadi lagi. Selama ini yang dilakukan Pertamina hanya memberikan ganti rugi kepada warga sekitar namun selanjutnya kejadian lagi.
"Harusnya diupayakan agar tidak terjadi lagi kebocoran. Ini sudah sering terjadi dan merugikan warga sekitar. Yang kami ketahui sepanjang laut Jakarta hingga Cirebon ada proyek Pertamina jadi kami ingin tanggungjawabnya," katanya.
Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Karawang Abdul Safii mengatakan bocoran minyak diketahui Selasa (25/8) pukul 6.00 WIB pagi hari ketika warga baru memulai aktivitas di pesisir.
Saat sedang di pantai itu warga melihat butitan hitam kecoklatan berserakan disepanjang pantai. Warga mengetahui itu ada minyak karena Pertamina sedang ada proyek di laut. Sebelumnya warga juga mengetahui butiran tersebut merupakan bocoran minyak.
"Sebelumnya warga sempat mengalami kejadian seperti ini. Butiran itu merupakan bocoran minyak," kata Abdul Safii.
Menurut Abdul Safiiv kebocoran minyak di laut tidak bisa dianggap sepele karena masyarakat yang tinggal di pantai yang merasakan akibatnya. Bau menyengat yang dirasakan warga sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. Warga juga tidak mengetahui kandungan material yang ada didalam butiran tersebut.
"Kami belum tahu butiran hitam kecoklatan itu berbahaya atau tidak dan kandungannya seperti apa. Belum ada penjelasan dari pihak berwenang," katanya.
Abdul Syafii mengatakan penemuan butiran warna hitam kecoklatan bukan hanya terjadi di Cemara Jaya, tapi juga terjadi di Cilarage Jaya. Namun dia belum memastikan apakah kejadian itu dari sumber yang sama atau tidak.
Editor : Doni Ramdhani

