Gunung Ile Lewotolok di NTT Telah Erupsi Sebanyak 1.873 kali Selama Lima Hari

Selama lima hari sejak tanggal 1-5 September 2926, Gunung Ile Lewotolok tekah erupsi sebangak 1.873 kali.

Gunung Ile Lewotolok di NTT Telah Erupsi Sebanyak 1.873 kali Selama Lima Hari
Gunung Ile Lewotolok saat erupsi.

INILAHKORAN, Bandung - Dalam update terbaru, saat ini ada 10 gunung di Indonesia yang tengah mengalami erupsi, salah satunya Gunung Ile Lewotolok.

Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah mengalami 1.873 kali gempa letusan atau erupsi selama periode pengamatan sejak tanggal 1-5 September 2026.

Stanislaus Arakian mengatakan selama periode tersebut Gunung Ile Lewotolok teramati mengalami sejumlah aktivitas erupsi dengan tinggi letusan mencapai 200-700 meter dari puncak.

"Kolom abu letusan berwarna putih, kelabu hingga hitam," tutur Stanislaus dalam laporan pengamatan Gunung Ile Lewotolok periode 1-5 September 2026.

Petugas juga mengamati guguran dengan jarak luncur mencapai 700 meter dari puncak dan arah luncuran menuju tenggara selama aktivitas erupsi di Gunung Ile Lewotolok.

Gunung Ile Lewotolok terlihat jelas hingga tertutup kabut pada tingkat 0-II. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal, dengan ketinggian sekitar 20-500 meter dari puncak.

Selain 1.873 kali gempa letusan/erupsi, aktivitas kegempaan juga mencatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 40 mm dan durasi 85 detik.

Tercatat juga 663 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,3-40 mm dan durasi 17-85 detik, serta 14 kali gempa harmonik dengan amplitudo 5,5-40 mm dan durasi 80-209 detik. 221 kali tremor nonharmonik dengan amplitudo 3,3-40 mm dan durasi 77-503 detik.

Sementara itu, gempa hybrid/fase banyak tercatat enam kali dengan amplitudo 6,6-22,1 mm, S-P 1,1-2,5 detik dan durasi 12-21 detik.

gempa vulkanik dangkal tercatat empat kali dengan amplitudo 8,8-40 mm dan durasi 8-14 detik, sedangkan gempa vulkanik dalam sebanyak enam kali dengan amplitudo 6,6-40 mm, S-P 0,5-2,39 detik dan durasi 8-12 detik.

Tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16,6-33,2 mm, S-P 17-28 detik dan durasi 48-86 detik.***


Editor : Irma Nurfajri