Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Diskarmatan Semprot 7 Jalan Protokol

Abu vulkanik Anak Krakatau mencapai Bandung. Diskarmatan Kota Bandung menyemprot tujuh jalan protokol dan siap menangani sekolah terdampak.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Diskarmatan Semprot 7 Jalan Protokol
Petugas Damkarmatan Kota Bandung tengah menyemprot jalan. Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sampai Bandung, Damkarmatan semprot 6 jalan protokol. Foto ilustrasi penyemprotan jalan

INILAHKORAN.ID - Paparan abu vulkanik anak Gunung Krakatau mendorong Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung melakukan pembersihan di sejumlah titik. Tujuh ruas jalan protokol menjadi sasaran awal penyemprotan, sementara sekolah terdampak juga bisa mendapat penanganan serupa.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai respons awal terhadap keberadaan abu vulkanik di wilayah Kota Bandung. Penyemprotan dipusatkan di ruas jalan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

"Ini inisiatif dari pak wali kota. Kita akan melakukan siang ini mulai pukul 12 siang, di tujuh ruas jalan. Di antaranya Jalan Dago (Ir H Djuanda) dan Jalan Asia-Afrika," kata Soni Bakhtiar, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, sejumlah ruas yang menjadi sasaran berada di kawasan beautifikasi termasuk Jalan Ir H Djuanda atau Dago dan Jalan Asia Afrika. Pemilihan lokasi, tidak lepas dari tingginya mobilitas di kawasan itu. Selain menjadi jalur harian warga, sejumlah ruas juga menjadi bagian dari kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Soni menyebut, pembersihan dilakukan agar keberadaan abu vulkanik tidak sampai mengurangi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas. Penanganan juga, menjadi langkah antisipasi terhadap dampak abu yang menempel di permukaan jalan.

"Ruas Jalan Asia Afrika dan Dago seperti kita tahu, banyak dilewati warga dan juga wisatawan. Tentunya ini juga sebagai upaya kami untuk mengantisipasi dampak debu anak Gunung Krakatau tidak mengganggu aktivitas warga," ucapnya.

Operasi pembersihan akan melibatkan tiga armada di setiap ruas jalan. Dengan tujuh lokasi sasaran, pengerahan armada dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi lapangan dan kepadatan lalu lintas.

"Setiap ruas jalan kita terjunkan tiga unit armada. Kita targetkan dua hari karena kita juga harus menyesuaikan kondisi lalu lintas," ujar dia.

Penyemprotan dijadwalkan berlanjut pada Selasa (8/9/2026). Petugas akan memulai kegiatan pada pagi hari, dan mengakhirinya sekitar tengah hari. "Untuk hari besok kita lakukan pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB," jelasnya.

Tidak hanya jalan protokol, Diskarmatan juga memberikan ruang bagi sekolah yang mengalami dampak abu vulkanik. Pihak sekolah bisa menyampaikan permintaan, sehingga petugas dapat melakukan penanganan sesuai kondisi di lokasi.

"Kalau ada permintaan dari sekolah akan kita lakukan juga penyemprotan," tutur dia.

Soni memastikan, kegiatan ini bukan hasil dari adanya laporan khusus masyarakat. Hingga Senin, belum ada permintaan warga yang masuk terkait pembersihan abu vulkanik. "Belum ada laporan warga, ini inisiatif kita saja supaya aktivitas warga tidak terganggu dan tetap nyaman," tandasnya.

Anak Gunung Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. abu vulkanik dari aktivitas erupsi, kemudian terpantau mencapai sejumlah wilayah termasuk Jawa Barat.

Paparan abu vulkanik, mulai dirasakan di Kota Bandung pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi itu, kemudian direspons dengan langkah pembersihan pada sejumlah kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi.


Editor : Ahmad Sayuti