Beda dari Abu Biasa, Begini Cara Menangani Abu Vulkanik Secara Aman Menurut Kemenkes

Kemenkes bagikan cara menangani abu vulkanik secara aman agar tidak membahayakan.

Beda dari Abu Biasa, Begini Cara Menangani Abu Vulkanik Secara Aman Menurut Kemenkes
Abu vulkanik yang menempel di atas mobil.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini lima Provinsi di Indonesia terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di mana kualitas udara di lima provinsi ini memburuk karena adanya campuran abu vulkanis yang bisa menggangu kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini telah memberikan kiat untuk penanganan abu vulkanik secara aman mengingat sifat abu vulkanik yang berbeda dari abu biasa sehingga perlu penanganan yang berbeda.

"abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan bersifat asam, sehingga bila salah penanganan dapat merusak lantai, kaca, kendaraan, sekaligus membahayakan paru-paru," jelas Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi.

Selama proses penanganan, petugas atau warga perlu menggunakan masker N95 atau KN95, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang, serta menjauhkan anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru dari area yang dibersihkan karena mereka lebih rentan terhadap dampak paparan abu.

Pentingnya menutup secara rapat pintu dan jendela agar abu dari luar tidak masuk kembali, serta mematikan kipas angin atau mesin pengatur suhu udara agar partikel tidak berputar dan menyebar ke seluruh ruangan.

Perlunya membasahi permukaan tertutup abu dengan menyemprotkan air secara ringan sebelum menyapu atau mengumpulkan abu, karena menyiram air dengan ember justru membuat abu mengeras seperti semen.

Lantai dan perabotan sebaiknya dibersihkan menggunakan kain pel basah atau bila memungkinkan menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA. 

abu vulkanik yang terkumpul sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah tertutup, bukan dibuang ke saluran air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan pihaknya mulai mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC) dan menyiapkan sejumlah hal, mulai dari nebulizer, konsentrator oksigen, obat tetes mata, salep kulit,merespons dampak kesehatan erupsi Anak Krakatau.***


Editor : Irma Nurfajri