Ini 5 Cara Lindungi Anak dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurut IDAI

IDAI mengungkapkan ada 5 cara yang bisa orang tua lakukan untuk melindungi anak dari abu vulkanik.

Ini 5 Cara Lindungi Anak dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurut IDAI
Ilustrasi anak menggunakan masker.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini abu vulkanik dari erupsi anak-krakatau'>Gunung anak Krakatau telah menyebar dan terbawa oleh angin ke lima provinsi di Indonesia.

Perlu diketahui, abu vulkanik berbeda dengan abu dari debu biasa, abu yang berasal dari erupsi gunung ini mengandung silika kristalin yang dapat mengganggu kesehatan terutama pada anak-anak.

anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalanya. anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stress cemas, atau gejala PTSD subklinis

anak juga bisa mengalami Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara kronis.

Berikut ini cara melindungi anak dari abu vulkanik menurut ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) yang mengambil sumber dari paparan Dr. dr. Yovita Ananta, Sp.A, Subsp. ETIA (K) dengan judul 'anak dan Bencana Erupsi Gunung Berapi'.

cara lindungi anak dari abu vulkanik

1. Tetap di Dalam Rumah

Orang tua wajib menutup rapat jendela dan pintu. Lakban celah yang biasanya ada di pintu dan jendela jika perlu.

Tunda bermain di luar rumah. Pindahkan kegiatan dalam rumah seperti menggambar, membaca buku, dan permainan lainnya.

Pel lantai basah. Jangan disapu kering, abu akan terbang lagi. Tutup tandon dan wadah air. Cuci sayur dan buah lebih teliti.

2. Gunakan Masker Tepat Sesuai Usia

anak yang lebih besar bisa menggunakan masker N95, KN95, atau masker yang menutup rapat saat keluar rumah.

Bayi dan balita kecil jangan dipakaikan N95. Risiko sesak tinggi. Perlindungan terbaik tetap di dalam ruangan tertutup.

anak dengan asma jangan lupa untuk diberi obat pelega napas siap di tangan. Ikuti rencana dari dokternya.

Tidak ada N95? Masker bedah berlapis atau kain lembap tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

3. lindungi Mata dan Kulit

Mata perih? Bilas dengan air bersih mengalir dan jangan dikucek. Lepas lensa kontak pada remaja yang pakai lensa kontak.

Kacamata renang atau goggle bisa digunakan jika terpaksa harus keluar rumah. Gunakan baju dan celana yang menutup tubuh jika terpaksa keluar rumah.

Mandi dan ganti baju setiap kembali dari luar rumah agar tubuh bersih dari abu vulkanik yang menempel.

4. Komunikasi dengan anak Bukan Menakutinya

Jika anda memiliki anak yang berusia 3 sampai 5 tahun komunikasikan dengan cara seperti ini, "Gunungnya sedang batuk. Kita main di dalam supaya aman." Supaya anak mudah memahaminya.

Jika anak usia 6 sampai 10 tahun, orang tua harus menjelaskan apa itu abu vulkanik dan mengapa kita menutup jendela.

Jika anak Anda Remaja alangkah lebih baiknya untuk libatkan dalam menyiapkan tas siaga keluarga.

5. Kenali Tanda Bahaya

Orang tua sebaiknya segera membawa anak me puskesmas atau ke rumah sakit jika anak mengalami:

- Sesak atau napas cepat.

- Bibir atau ujung jari kebiruan.

- Batuk tidak berhenti, terutama pada anak asma.

- Mata merah dan nyeri tidak membaik setelah dibilas.

- Bayi malas menyusu atau lemas.***


Editor : Irma Nurfajri