Ditangkap Kurang dari 24 Jam, Ini Profil Terduga Pembacok Bobotoh Persib

FR, terduga pembacok Bobotoh Persib di Bogor, berusia 30 tahun dan bekerja serabutan. Polisi menangkapnya kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Ditangkap Kurang dari 24 Jam, Ini Profil Terduga Pembacok Bobotoh Persib
FR, terduga pembacok Bobotoh Persib di Bogor, berusia 30 tahun dan bekerja serabutan. Polisi menangkapnya kurang dari 24 jam setelah kejadian. (Ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Terduga pelaku pembacokan Bobotoh Persib Bandung berinisial FR diketahui berusia 30 tahun. Pria tersebut merupakan warga Kampung Kaum Pandak Lebak, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

FR yang sehari-hari bekerja serabutan itu ditangkap polisi, Senin (26/10/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.  Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah ARK (16), seorang Bobotoh asal Tamansari, Kabupaten Bogor, ditemukan mengalami luka bacok hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut Bhabinkamtibmas Karadenan, Aiptu Heru Budiyanto, FR diketahui memiliki dua orang anak. Polisi masih mendalami keterlibatannya dalam peristiwa yang merenggut nyawa remaja tersebut.

"Saat ini, selain FR, polisi juga terus mendalami pelaku lainnya. Sat Reskrim dan Sat Perlindungan Perempuan dan Anak masih menggali keterangan dari pelaku," sambung Aiptu Heru Budiyanto.

Kasus ini bermula setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (25/10/2026). ARK ditemukan tergeletak dengan luka bacok di kawasan Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Kecamatan Sukaraja.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Penangkapan FR menjadi salah satu perkembangan dalam pengungkapan kasus tersebut. Meski demikian, motif, kronologi lengkap kejadian, serta hubungan antara terduga pelaku dan korban masih perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian.

Polisi juga perlu mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan, termasuk dugaan pemicu kekerasan yang menyebabkan ARK meninggal dunia.

Hingga kini, proses penyidikan menjadi kunci untuk memastikan peran FR dan mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh. ***


Editor : Gin gin T Ginulur