Kemenhub Sebut Tak Ada Penutupan Bandara Imbas Karhutla Jelang Natal dan Tahun Baru

Kemenhub tegaskan tidak akan ada penutupan bandara jelang liburan Natal dan Tahun Baru meski ada karhutla.

Kemenhub Sebut Tak Ada Penutupan Bandara Imbas Karhutla Jelang Natal dan Tahun Baru
Penerbangan pesawat.

INILAHKORAN, Bandung - Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2028, semua Bandara di Indonesia akan tetap buka meski saat ini Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah belum padam.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan tidak ada penutupan bandara akibat karhutla meski sejumlah operasional penerbangan mengalami penyesuaian karena kondisi cuaca dan gangguan jarak pandang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan seluruh bandara akan tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal penerbangan berdasarkan kondisi cuaca di wilayah terdampak.

"Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup," tutur Lukman.

Lukman menjelaskan salah satu penyesuaian terjadi di Bandara Pontianak yang sebelumnya melayani penerbangan siang hari, kemudian dialihkan ke malam saat kondisi cuaca lebih mendukung.

"Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan," kata Lukman.

Lukman menyebutkan sejak 18 hingga 25 Oktober 2026 terdapat 78 bandara terdampak kebakaran hutan dan lahan yang terdiri atas berbagai pengelola bandara nasional.

Sebanyak 70 bandara berada di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara swasta.

Sejak 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, sebanyak 3.030 penerbangan terdampak dengan 154 rute mengalami gangguan dan sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan.

Dampak terbesar terjadi pada rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. 

Sedangkan penerbangan perintis terdampak 617 penerbangan di Papua, Kalimantan, serta Maluku.

Pemerintah kini telah memberikan izin operasional terhadap pesawat yang digunakan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan seluruh izin yang diperlukan untuk penggunaan 42 unit pesawat helikopter dalam mendukung kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Wilayah Papua yang sebelumnya terdampak pada 12 bandara kini berkurang menjadi tujuh bandara terdampak karena kondisi cuaca mulai membaik dan aktivitas penerbangan kembali lebih lancar.***


Editor : Irma Nurfajri