Jaring Potensi Anak Putus Sekolah, PKBM Cimahi Bakal Gelar Liga Futsal 2027
PKBM CImahi bakal menjaring potensi anak putus sekolah dengan menggelar liga futsal dan seni kesetaran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Cimahi kini bergerak lebih dinamis untuk menjaring anak-anak putus sekolah dan warga yang belum mengenyam pendidikan layak.
Di balik peran utamanya sebagai penyangga pendidikan nonformal, lembaga ini ternyata menyimpan bibit-bibit unggul dengan beragam bakat.
Sayangnya, pembinaan khusus bagi anak-anak berpotensi ini dinilai masih sangat minim, baik dari sisi kelembagaan maupun dukungan pemerintah, sehingga pengembangan bakat belum berjalan maksimal.
Ketua Forum PKBM Kota Cimahi, Daryu mengakui tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal pengajaran akademik, melainkan bagaimana mengubah pandangan masyarakat dan menarik minat anak yang sudah jauh dari bangku sekolah.
Menurutnya, prinsip utama yang dipegang adalah inklusivitas: siapa saja yang tidak mengenal atau belum terjangkau pendidikan formal, wajib dan berhak masuk ke PKBM.
Di sisi lain, pengembangan bakat anak yang memiliki keunggulan khusus masih menjadi pekerjaan rumah.
“Sampai saat ini, baik dari jenjang Gebyar Pesdiktara pertama, kedua maupun ketiga belum ada pembinaan khusus yang terstruktur, baik dari kami selaku pengelola maupun dukungan dari pemerintah kota. Padahal banyak anak yang punya potensi dan antusiasme tinggi,” kata Daryu, Rabu (3/6/2026).
Menyadari adanya kekosongan dalam pembinaan bakat tersebut, ungkap Daryu, pihaknya kini merancang strategi baru yang berfokus pada minat dan bakat anak agar mereka betah dan semangat belajar.
"Ada dua bidang yang paling diminati dan menunjukkan hasil positif adalah olahraga futsal dan kesenian, khususnya Tari Sampernik yang diangkat sebagai identitas khas Kota Cimahi," sebutnya.
Daryu menilai, hal ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai daya tarik utama agar anak-anak yang tidak sekolah mau bergabung kembali menempuh pendidikan.
“Kami berencana menggelar Liga Futsal PKBM ke depannya. Ini murni untuk mendorong semangat anak-anak agar mau datang dan belajar. Lihat saja antusiasmenya, saat ini sudah ada 16 lembaga yang memiliki tim futsal dan bahkan sudah ada kompetisi kecil dengan pemenang juara 1, 2, dan 3,” bebernya.
Sementara untuk bidang seni, lanjut Daryu, pengembangan Tari Campernik sedikit lebih menangtang lantaran tingkat kesulitannya cukup tinggi, namun tetap menggembirakan karena 6 lembaga sudah aktif melatihkan tarian tersebut.
"Di sisi lain, justru kegiatan senam paling banyak peminatnya, diikuti oleh 15 lembaga," ucapnya.
Daryu menuturkan, puncak rencana pengembangan ini dijadwalkan bakal terealisasi pada tahun 2027 mendatang, di mana Liga Futsal PKBM resmi digelar secara lebih besar dan terstruktur.
"Agenda ini menjadi langkah taktis forum untuk menjawab tantangan pendidikan nonformal," ucapnya.
Melalui ajang kompetisi dan pengembangan seni, Daryu berharap stigma yang menyebut PKBM hanya untuk mereka yang tertinggal bisa berubah dan justru menjadi tempat pengembangan potensi yang menyenangkan.
“Tujuannya hanya satu, agar anak-anak yang putus sekolah atau belum bersekolah merasa tertarik dan akhirnya mau kembali menempuh pendidikan. Kami ingin membuktikan, lewat bakat dan prestasi, pendidikan di PKBM juga bermutu dan berwarna,” tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

