46 Ribu Anak Putus Sekolah di Cianjur, Pemkab Dorong Kembali ke Pendidikan Formal

Pemkab Cianjur mencatat sekitar 46 ribu anak tidak sekolah. Pemerintah mendorong mereka kembali ke pendidikan formal melalui program pendidikan gratis.

46 Ribu Anak Putus Sekolah di Cianjur, Pemkab Dorong Kembali ke Pendidikan Formal
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian berupaya mengembalikan puluhan ribu anak putus sekolah agar kembali ke menjalani pendidikan formal. Antara

INILAHKORAN.ID - Pemkab Cianjur terus berupaya menekan angka anak tidak sekolah (ATS). Salah satunya dengan mendorong anak usia wajib belajar kembali menempuh pendidikan formal di sekolah terdekat dari tempat tinggal mereka.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan saat ini tercatat sekitar 46 ribu anak usia sekolah di Cianjur tidak lagi menjalani pendidikan karena berbagai persoalan. Sebagian besar di antaranya terkendala faktor ekonomi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan akses sekaligus pemerataan pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Cianjur, mulai dari wilayah utara hingga selatan.

“Kami ingin percepatan dan pemerataan pendidikan bagi masyarakat di Cianjur dengan komitmen memberikan pendidikan secara gratis dalam lingkup program pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," kata Wahyu seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, anak usia wajib belajar yang berhenti sekolah akan didorong untuk kembali mengikuti pendidikan melalui sekolah formal terdekat dari tempat tinggalnya. Langkah ini dilakukan agar program wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Cianjur dapat berjalan secara optimal.

Program pendidikan gratis tersebut juga menyasar anak yang terpaksa berhenti sekolah di tengah jalan karena berbagai faktor, termasuk persoalan ekonomi.

Pemkab Cianjur akan mendata dan mendorong anak-anak tersebut untuk kembali bersekolah dengan memasukkan mereka ke satuan pendidikan yang berada di wilayah terdekat dengan tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, bagi masyarakat yang telah melewati usia wajib belajar, pemerintah daerah akan mengarahkan mereka untuk mengikuti pendidikan kesetaraan di lingkungan tempat tinggal.

“Untuk masyarakat yang sudah bukan usia wajib belajar didorong untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan tanpa melihat batasan usia, sehingga angka lama dan rata-rata sekolah di Cianjur terus meningkat," ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Cianjur akan melibatkan aparat desa dan kecamatan dalam melakukan pendataan anak tidak sekolah. Data tersebut akan menjadi dasar untuk mendorong puluhan ribu ATS kembali mendapatkan akses pendidikan.

Selain pendidikan gratis, pemerintah daerah juga menyiapkan beasiswa bagi siswa dari keluarga tidak mampu maupun siswa berprestasi sebagai bagian dari upaya mengurangi angka anak tidak sekolah di Cianjur.


Editor : Ahmad Sayuti