2.100 Pesilat Ramaikan Championship di Cirebon, Kemenbud Dorong Pelestarian Budaya
Sebanyak 2.100 pesilat mengikuti Cirebon Championship 2026. Kemenbud menilai pencak silat penting untuk pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 2.100 pesilat mengikuti Kejuaraan Kesultanan Kanoman Cirebon Championship 2026 di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Tingginya jumlah peserta dalam kejuaraan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pencak silat masih diminati generasi muda sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya dan pembinaan talenta muda.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Restu Gunawan mengatakan antusiasme peserta dalam kejuaraan tersebut menjadi hal yang membanggakan.
"Untuk sebuah event di Kota Cirebon, 2.100 menurut saya sebuah prestasi yang cukup membanggakan," kata Restu saat ditemui di Sport Hall Bima Kota Cirebon seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).
Menurut Restu, pencak silat memiliki posisi penting dalam kebudayaan Indonesia setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Karena itu, penyelenggaraan kompetisi pencak silat dapat menjadi bagian dari upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan warisan budaya tersebut.
"Ini bagian dari pembinaan anak-anak muda, talenta-talenta muda yang ada di Cirebon," ujarnya.
Ia mengatakan para pesilat perlu terus berlatih dan mengembangkan kemampuan agar mampu meraih prestasi di berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional.
Namun, Restu mengingatkan proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga. Nilai-nilai budaya dalam pencak silat juga perlu tetap dijaga karena dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kebanggaan generasi muda terhadap budaya sendiri.
Menurutnya, pencak silat memiliki dua sisi yang saling berkaitan. Di satu sisi, pencak silat merupakan tradisi yang melekat dengan kebudayaan, sedangkan di sisi lain berkembang sebagai cabang olahraga yang berorientasi pada prestasi.
Dari sisi kebudayaan, pencak silat juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan ke berbagai bidang kreatif, termasuk perfilman.
"Harapannya dari silat ini mereka bisa menjadi pemain silat di nasional maupun di film-film internasional, luar negeri," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan Pemerintah Kota Cirebon mendukung pelestarian pencak silat melalui penguatan pembinaan dan regenerasi pesilat.
Menurut Farida, pembinaan pesilat dapat dilakukan melalui Ikatan Pencak silat Indonesia (IPSI) di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta pengembangan kegiatan pencak silat di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam olahraga pencak silat, tetapi juga mampu melestarikan budaya daerah.
"Regenerasinya itu harus ulet, terus didukung oleh pemerintah," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

