Miris! Ambulans Tak Bisa Masuk, Pasien Kanker Otak di Cililin Harus Ditandu Warga

Pasien kanker otak di Kampung Cicapeu, Cililin, KBB, harus ditandu warga lebih dari satu jam karena ambulans tak bisa menjangkau rumahnya akibat jalan rusak.

Miris! Ambulans Tak Bisa Masuk, Pasien Kanker Otak di Cililin Harus Ditandu Warga
Tangkapan layar video viral warga Cicapeu Cililin yang menderita kanker otak saat ditandu warga lainnya gegara jalan rusak.

INILAHKORAN– Kisah pilu datang dari Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seorang warga penderita kanker otak bernama Iis (45) terpaksa diangkut menggunakan tandu bambu buatan warga selama lebih dari satu jam melewati jalan rusak dan licin.

Kondisi tersebut terjadi lantaran ambulans tidak mampu menjangkau kediaman Iis saat hujan turun. Buruknya kondisi infrastruktur jalan desa membuat warga harus bergotong royong mengevakuasi pasien untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi jalan di wilayah pelosok Kabupaten Bandung Barat yang telah belasan tahun dikeluhkan masyarakat.

Jalur sepanjang 2,6 kilometer dengan lebar sekitar 2,5 meter tersebut menghubungkan Kampung Gedugan, Cicapeu, hingga Cihanjuang.

Diketahui, jalan tersebut terakhir kali mendapat perbaikan menyeluruh melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sekitar 15 tahun lalu. Sejak saat itu, belum ada penanganan menyeluruh yang mampu mengembalikan kondisi jalan menjadi layak.

Saat musim kemarau, jalan masih bisa dilalui kendaraan. Namun, ketika hujan turun, permukaannya menjadi sangat licin dan berbahaya. Akibatnya, kendaraan, termasuk ambulans, terpaksa berhenti jauh dari permukiman warga.

Kepala Desa Kidangpananjung, Yuyu Yuhaeni, membenarkan bahwa pemerintah desa telah melakukan perbaikan terbatas dengan menggunakan 50 sak semen. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengembalikan fungsi jalan secara layak.

"Pemerintah desa sebenarnya sudah mengajukan proposal perbaikan menyeluruh kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun hingga kini belum ada realisasi karena kendala keterbatasan anggaran," kata Yuyu, Senin (2/11/2026).

Jalan Rusak Jadi Ancaman bagi Keselamatan Warga

Bagi warga Kampung Cicapeu, jalan yang layak bukan sekadar persoalan kenyamanan untuk beraktivitas, seperti pergi ke ladang atau pasar. Akses jalan yang baik juga menyangkut keselamatan, terutama ketika warga membutuhkan pertolongan medis dalam keadaan darurat.

Yuyu mengungkapkan, kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan berpotensi menghambat proses evakuasi pasien dan memperlambat akses menuju fasilitas kesehatan.

"Ketika sakit mendesak atau keadaan darurat medis terjadi, akses yang terputus berisiko menunda pertolongan yang bisa berarti nyawa seseorang," ungkapnya.

Karena itu, pemerintah diharapkan segera memprioritaskan perbaikan jalan yang menghubungkan sejumlah kampung tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami berharap pemerintah dapat segera memprioritaskan perbaikan jalur ini agar tidak ada lagi pasien yang harus berjuang dua kali yang sedang melawan penyakit dan medan yang sulit hanya untuk mendapatkan perawatan medis dasar," sambungnya.

Kisah Iis yang harus ditandu menggunakan bambu menjadi gambaran beratnya perjuangan warga di wilayah dengan akses infrastruktur terbatas. Bagi masyarakat setempat, perbaikan jalan bukan lagi sekadar kebutuhan pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan dan kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan.***


Editor : JakaPermana