Dedi Mulyadi dan Tim BPBD Jabar Bertahan 10 Hari di NTT, Fokus Pemulihan Korban
Pemprov Jabar tidak hanya mengirim bantuan dana untuk korban gempa bumi di NTT, tetapi juga menerjunkan personel khusus guna mempercepat penanganan di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar tidak hanya mengirim bantuan dana untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi juga menerjunkan personel khusus guna mempercepat penanganan di lapangan.
Sebanyak 20 personel BPBD Jabar ini berada di Kabupaten Manggarai Timur bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, tim yang diberangkatkan sejak Kamis (20/8/2026) difokuskan membantu warga terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
"Saat ini tim beserta gubernur sudah berada di Manggarai Timur. Itu fokus di wilayah tersebut," ujar Teten, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, personel BPBD Jabar akan bertugas selama sekitar 10 hari atau hingga 29 Agustus 2026. Selain petugas BPBD, rombongan kemanusiaan dari Jawa Barat juga diperkuat sejumlah unsur pemerintah daerah dan relawan.
"10 hari, sampai tanggal 29 Agustus. Dari Kamis kemarin berangkat. Total 20 personel belum lagi dari timnya Pak Gubernur, sekitar 10 orang, termasuk Wali Kota Depok, Kepala BKD selaku yang menyalurkan ASN Peduli," ucapnya.
Sejak tiba di NTT pada Jumat (21/8/2026), Dedi Mulyadi langsung menyisir kawasan permukiman yang terdampak gempa untuk memastikan kondisi warga, sekaligus memverifikasi tingkat kerusakan rumah.
Dari hasil pengecekan lapangan, ditemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, mulai dari dinding retak hingga struktur rumah yang nyaris roboh. Berdasarkan tingkat kerusakan tersebut, bantuan perbaikan rumah langsung disiapkan.
"Kalau rusaknya berat, kita bantu Rp20 juta," katanya.
Pendataan dilakukan secara langsung, dengan melibatkan warga dan petugas di lokasi pengungsian. Langkah ini ditempuh agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, tercatat 23 rumah mengalami kerusakan berat dan 83 rumah rusak ringan. Sementara di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, terdapat 20 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan yang masuk dalam daftar penerima bantuan.
Dedi menegaskan, proses verifikasi dilakukan secara terbuka untuk menghindari kesalahan data maupun ketidaktepatan sasaran.
"Kita pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya," tuturnya.
Selain menurunkan personel dan melakukan pendataan langsung, Pemprov Jabar juga berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp4,5 miliar untuk membantu warga terdampak gempa NTT.
Dana tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Baznas Jabar dan bank bjb yang masing-masing menyumbang Rp1 miliar, bantuan pribadi Dedi Mulyadi sebesar Rp600 juta, Wali Kota Depok Supian Suri Rp500 juta, serta Apindo Jabar Rp500 juta.
Dukungan juga datang dari ASN Pemprov Jabar sebesar Rp400 juta, Kadin Jabar Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta, serta tambahan kontribusi dari PT Buana Kassiti dan hasil rapat penggalangan bantuan senilai Rp200 juta.
Editor : Doni Ramdhani

