Dedi Mulyadi Blusukan di Lokasi Gempa NTT, Data Kerusakan Rumah Diverifikasi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, NTT dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Dedi Mulyadi Blusukan di Lokasi Gempa NTT, Data Kerusakan Rumah Diverifikasi
Hingga malam hari, Dedi Muyadi turun langsung menyusuri permukiman warga terdampak untuk mengecek kerusakan rumah sekaligus memastikan bantuan perbaikan tidak salah sasaran. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Hingga malam hari, Dedi turun langsung menyusuri permukiman warga terdampak untuk mengecek kerusakan rumah sekaligus memastikan bantuan perbaikan tidak salah sasaran.

Dalam proses verifikasi, Dedi melihat langsung berbagai tingkat kerusakan bangunan, mulai dari tembok yang mengalami retakan serius hingga bagian struktur rumah yang tidak lagi kokoh.

Rumah yang masuk kategori rusak berat, akan menjadi prioritas mendapatkan bantuan perbaikan senilai Rp20 juta.

"Kalau rusaknya berat, kita bantu Rp20 juta," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (23/8/2026).

Tak hanya melakukan pemeriksaan fisik bangunan, Dedi juga berdialog dengan warga terdampak serta petugas yang berada di pos pengungsian. Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan laporan kerusakan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Pendataan tetap dilakukan meski kondisi lokasi minim penerangan. Pemerintah Jawa Barat memastikan,klasifikasi kerusakan rumah menjadi dasar utama dalam menentukan nilai bantuan yang diterima warga.

Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, sebanyak 23 rumah dengan kategori rusak berat menerima bantuan masing-masing Rp20 juta. Sementara 83 rumah rusak ringan mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta per unit.

Adapun di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan kepada 20 rumah rusak berat dengan nilai Rp20 juta per rumah serta 18 rumah rusak ringan dengan bantuan Rp5 juta per rumah.

"Kita pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya," ucapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar menyampaikan, hasil pengecekan langsung di lapangan membuat data penerima bantuan terus diperbarui.

Menurutnya, penyaluran bantuan secara langsung menjadi upaya agar warga terdampak dapat segera memperbaiki rumah dan mempercepat pemulihan pascagempa.

Operasi kemanusiaan tersebut telah dikoordinasikan Tim Aju BPBD Jawa Barat bersama BPBD setempat, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi mencakup pemetaan dampak bencana, pendataan kebutuhan warga, penentuan lokasi distribusi, hingga mekanisme penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Jawa Barat Kumpulkan Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Korban gempa NTT

Solidaritas masyarakat Jawa Barat untuk korban gempa NTT menghasilkan dana kemanusiaan sebesar Rp4,5 miliar.
Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur, mulai dari lembaga pemerintah, badan usaha, organisasi, hingga sumbangan pribadi.

Baznas Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang dengan nilai Rp1 miliar yang berasal dari zakat ASN dan BUMD Jabar. Bank bjb melalui program bjb Peduli juga menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar.
Dedi Mulyadi secara pribadi memberikan bantuan Rp600 juta, sementara Wali Kota Depok Supian Suri menyumbangkan Rp500 juta.

Selain itu, Apindo Jawa Barat memberikan Rp500 juta, ASN Pemprov Jabar Rp400 juta, Kadin Jawa Barat Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta, serta PT Buana Kassiti dan tambahan hasil rapat sebesar Rp200 juta.

Dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung pemulihan warga terdampak, termasuk membantu perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan.

Sebelumnya, BPBD Jawa Barat telah mengirimkan Tim Aju berjumlah 20 personel yang terdiri dari unsur BPBD dan relawan untuk melakukan asesmen awal sekaligus mempersiapkan distribusi bantuan di wilayah terdampak gempa


Editor : Doni Ramdhani