Kebakaran Hutan Hebat di Kanada, 20 Ribu Warga Dievakuasi

Kebakaran hutan hebat melanda kawasan Danau Okanagan, Kanada. Lebih dari 20.000 warga di Summerland dan Peachland terpaksa dievakuasi secara darurat.

Kebakaran Hutan Hebat di Kanada, 20 Ribu Warga Dievakuasi
Ilustrasi kebakaran

INILAHKORAN.ID - Lebih dari 20.000 warga di dekat Danau Okanagan, British Columbia, Kanada, terpaksa mengungsi pada malam hari akibat kebakaran hutan dan semak belukar yang melalap kawasan Bald Range.

Melansir laporan CTV News, Sabtu (8/8/2029), kobaran api telah menghanguskan sejumlah permukiman warga dan terus merambat dengan cepat ke arah Summerland serta Peachland.

Perintah evakuasi mencakup seluruh wilayah Summerland, yang dihuni sekitar 12.000 orang. Sementara 8.000 warga lainnya di dalam dan sekitar Peachland diminta untuk menyelamatkan diri.

kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Jumat malam (7/8) itu meluas hingga mencapai area seluas 50 kilometer persegi dalam hitungan jam, serta permukiman kecil Faulder.

Video-video di media sosial memperlihatkan rumah-rumah yang terbakar saat warga melarikan diri, sedangkan jalanan ke arah selatan menuju Penticton dipadati oleh kendaraan para warga yang mengungsi.

Petugas informasi darurat Erick Thompson menggambarkan kebakaran hutan itu sebagai salah satu yang "bergerak dan meluas paling cepat" yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Erick sendiri pun akhirnya terpaksa meninggalkan pusat operasi darurat untuk mengevakuasi keluarganya sendiri.

"Saya harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk menjemput keluarga saya dan membawa mereka keluar dari daerah ini. Kami sedang menuju ke selatan," katanya.

Dia meminta warga agar segera pergi dan membantu tetangga yang rentan.

"Saya rasa tidak perlu dikatakan lagi betapa mengkhawatirkannya kejadian yang menimpa komunitas kita ini bagi semua orang, namun kita harus tetap kuat—demi orang-orang terkasih, dan terutama demi mereka yang membutuhkan bantuan serta dukungan. Jadi, perhatikanlah keadaan tetangga Anda," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (9/8/2026).


Editor : Ahmad Sayuti