Klaim Ahli Waris Muncul Lagi SDN 2 Kertamulya KBB Terancam Gangguan KBM

Sebuah spanduk yang bertuliskan nama ahli waris almarhum Oma Sarifudin terpasang di SDN 2 Kertamulya berdiri di Kecamatan Padalarang, KBB menuai polemik.

Klaim Ahli Waris Muncul Lagi SDN 2 Kertamulya KBB Terancam Gangguan KBM
Spanduk klaim ahli waris yang terbentang di SDN Kertamuya KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Sebuah spanduk yang bertuliskan nama ahli waris almarhum Oma Sarifudin terpasang di SDN 2 Kertamulya berdiri di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai polemik.

Belakangan, persoalan ini tersebut telah berlangsung sejak 2016 namun hingga kini belum menemukan jalan keluar. 

Luas lahan yang dipermasalahkan sekitar 507 meter persegi dengan data Persil SHM nomor 03363 tahun 2016 NIB 1031080105221 dan SU 00575.
 
Plt Kepala SDN 2 Kertamulya Komar membenarkan pemasangan spanduk tersebut terjadi saat dirinya sedang tidak berada di lokasi. Bahkan, para guru menyaksikan langsung kejadian itu namun tidak dapat mencegahnya. 

Ia baru menjabat sekitar tiga bulan sehingga belum mengetahui secara mendalam riwayat perolehan lahan tersebut. Dua sekolah berdiri di lokasi itu namun yang dipermasalahkan hanyalah gedung SDN 2 Kertamulya.
 
"Kami tidak bisa mencegah pemasangan spanduk itu. Saya baru tiga bulan di sini jadi belum mengetahui seluk beluk persoalannya," kata Komar, Rabu (23/9/2026).
 
Komar mengaku belum mengetahui apakah lahan tersebut diperoleh melalui hibah atau jual beli. Namun, ia menyiapkan langkah antisipasi jika klaim berkembang hingga penyegelan bangunan. 

Ia menyebut lima ruangan berpotensi terdampak yaitu tiga ruang kelas satu ruang guru serta ruang kepala sekolah. Siswa akan dialihkan ke gedung SDN 1 Kertamulya yang berada tepat di sebelah dan akan diberlakukan sistem dua sesi atau penggabungan kelas sementara.
 
"Jika terjadi penyegelan kami akan gabungkan kelas dan atur jadwal belajar agar kegiatan siswa tetap berjalan. Saya juga mengimbau para guru tetap tenang dan fokus mengajar," katanya.
 
Pihaknya berharap Pemkab Bandung Barat segera menyelesaikan urusan yang masih tertunggak dengan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris

"Apabila memang masih ada sisa pembayaran yang belum diselesaikan maka hal itu perlu segera dilunasi agar status tanah sah menjadi milik pemerintah daerah," ujarnya. 

Menurutnya, anggota DPRD KBB diketahui pernah melakukan kunjungan ke lokasi beberapa waktu lalu namun belum ada hasil yang nyata.
 
"Harapan kami Disdik dan pemerintah segera turun tangan mencari solusi. Anak anak berhak belajar dengan tenang dan aman tanpa terganggu persoalan ini," pungkasnya.
 
Captions: Spanduk klaim kepemilikan lahan terpasang di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat. Sengketa berlangsung sejak 2016 belum tuntas.


Editor : Doni Ramdhani