Kekeringan di Jabar Meluas, 1 Juta Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Kekeringan Jawa Barat meluas hingga berdampak pada 1.018.922 jiwa di 688 desa/kelurahan. BPBD Jabar telah menyalurkan 27,63 juta liter air bersih.

Kekeringan di Jabar Meluas, 1 Juta Warga Terdampak Krisis Air Bersih
Kondisi pesawahan di Jawa Barat saat ini. Akibat musim kemarau, kekeringan di Jabar masih meluas dan lebih dari 1 juta jiwa membutuhkan air bersih. Ilustrasi dok

INILAHKORAN.ID - Krisis Air Bersih akibat Kekeringan semakin meluas di Jawa Barat. Hingga 21 September 2026, sebanyak 1.018.922 jiwa dari 307.295 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak Kekeringan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, Kekeringan telah berdampak pada 688 desa/kelurahan yang tersebar di 247 kecamatan.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, laporan warga terdampak Kekeringan telah datang dari hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Hingga 21 September 2026, hanya Kabupaten Kuningan yang belum melaporkan adanya warga terdampak Kekeringan.

"Jumlah desa/kelurahan terdampak saat ini mencapai 688 desa/kelurahan, kecamatan 247, KK terdampak ada 307.295, dan jumlah jiwa terdampak 1.018.922," ujar Hadi, Selasa (22/9/2026).

Kabupaten Bogor Terbanyak Terdampak Kekeringan

Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak Kekeringan terbanyak di Jawa Barat. BPBD mencatat sebanyak 326.445 jiwa dari 95.310 KK terdampak Kekeringan di wilayah tersebut.

Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan wilayah lainnya. Kabupaten Purwakarta berada di urutan berikutnya dengan 99.525 jiwa, disusul Kabupaten Bekasi 93.236 jiwa, Kabupaten Tasikmalaya 76.929 jiwa, dan Kota Tasikmalaya 55.782 jiwa.

"Sementara itu, Kabupaten Bandung mencatat 41.718 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Karawang sebanyak 39.147 jiwa dan Kabupaten Ciamis 33.878 jiwa," ucapnya.

Adapun jumlah warga terdampak paling rendah tercatat di Kota Bogor sebanyak 1.660 jiwa. Kemudian Kota Bekasi 2.700 jiwa, Kota Cimahi 3.100 jiwa, Kota Bandung 3.615 jiwa, dan Kabupaten Majalengka 4.899 jiwa.

Distribusi Air Bersih Capai 27,63 Juta Liter

Meluasnya dampak Kekeringan membuat kebutuhan Air Bersih menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera dipenuhi pemerintah dan BPBD.

Hadi mengatakan, distribusi Air Bersih terus dilakukan ke berbagai daerah yang masyarakatnya terdampak Kekeringan. Hingga 21 September 2026 pukul 15.00 WIB, total Air Bersih yang telah didistribusikan mencapai sekitar 27,63 juta liter.

"Berdasarkan rekap BPBD Jabar per 21 September 2026 pukul 15.00 WIB, total distribusi air mencapai sekitar 27,63 juta liter," katanya.

Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan penyaluran Air Bersih terbesar. Total distribusi di wilayah tersebut mencapai 11.276.080 liter.

Berikutnya Kabupaten Bogor dengan 5.512.000 liter, Kabupaten Ciamis 1.599.000 liter, Kabupaten Pangandaran 1.380.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.226.000 liter.

Penyaluran air juga dilakukan di Kabupaten Karawang sebanyak 1.133.000 liter, Kabupaten Purwakarta 1.066.000 liter, Kabupaten Tasikmalaya 640.000 liter, Kabupaten Bandung Barat 488.000 liter, serta Kabupaten Garut 447.000 liter.

Sementara itu, Kabupaten Kuningan belum masuk dalam daftar wilayah penerima distribusi air. Hal tersebut sejalan dengan belum adanya laporan warga terdampak Kekeringan yang tercatat dalam rekap BPBD Jawa Barat.

"Kabupaten Kuningan belum mencatat adanya distribusi air karena belum terdapat laporan warga terdampak Kekeringan dalam rekap BPBD Jabar tersebut," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti