Puluhan Jurnalis Bogor Kenakan Kaus ‘Bukan Wartawan Pendopo’, Soroti Isu Korupsi
Puluhan jurnalis Bogor mengenakan kaus 'Bukan Wartawan Pendopo' sebagai kritik sosial dan dukungan terhadap pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Puluhan jurnalis media cetak, online dan televisi dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor kompak mengenakan kaus bertuliskan 'Bukan wartawan Pendopo'.
Aksi tersebut menjadi bentuk kritik sosial sekaligus gerakan untuk mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor.
Puluhan wartawan yang berasal dari wilayah timur, selatan, barat, utara hingga tengah Kabupaten Bogor mengaku prihatin dengan persoalan korupsi yang menurut mereka kerap muncul setiap kali terjadi pergantian Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
“Kami merasa sangat prihatin, setiap kali berganti Kepala Daerah, kasus korupsi selalu terjadi di Kabupaten Bogor. Kami sebagai bagian dari warga Kabupaten Bogor merasa peduli dan tergerak agar semua bentuk perilaku koruptif khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor hilang. Karena korupsi sangat berdampak buruk terhadap kesejahteraan masyarakat maupun insan pers,” ungkap Benny, salah satu wartawan televisi nasional, Senin (21/9/2026).
Ketua Bogor Timur Jurnalis (BTJ), Dady, menegaskan aksi tersebut tidak memiliki kaitan politik dan murni dilandasi keprihatinan serta kepedulian para wartawan di Kabupaten Bogor.
“Ini murni gerakan keprihatinan dan peduli wartawan di Kabupaten Bogor. Tidak ada sponsor dan tidak untuk menyerang personal siapapun. Kepala Daerah beserta jajarannya harus bersih dari korupsi,” tegas Dady.
Sementara itu, Ketua Forum wartawan Bogor Selatan Acep Mulyana menuturkan insan pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, melalui aksi “Bukan wartawan Pendopo”, para jurnalis ingin menyampaikan pesan agar insan pers kembali pada marwah jurnalistik serta menjalankan tugas sesuai kode etik dan Undang-Undang Pers.
“Oleh karenanya melalui aksi 'Bukan wartawan Pendopo' ini kami ingin menyampaikan pesan agar para wartawan kembali ke marwah dan tetap bekerja sesuai kode etik dan Undang-Undang Pers sehingga tetap menjaga independensi, good news is good news, bad news is bad news,” tutur Acep Mulyana.
Editor : Ahmad Sayuti

