64 Kebakaran Terjadi di Cimahi hingga September 2026, Lahan Kosong Paling Banyak

Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi mencatat 64 objek kebakaran hingga 21 September 2026. Lahan kosong menjadi lokasi kejadian terbanyak dengan 23 kasus.

64 Kebakaran Terjadi di Cimahi hingga September 2026, Lahan Kosong Paling Banyak
Damkar Cimahi catat 64 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026

INILAHKORAN.ID - Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi mencatat sebanyak 64 objek mengalami Kebakaran sepanjang periode 1 Januari hingga 21 September 2026.

Dari jumlah tersebut, Kebakaran lahan kosong menjadi kejadian yang paling banyak tercatat. Kondisi lingkungan yang semakin kering di tengah Musim Kemarau disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih mudah menyebar.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana mengatakan, dari 64 objek yang mengalami Kebakaran, sebanyak 23 kejadian terjadi di lahan kosong.

Selanjutnya, Kebakaran rumah tinggal tercatat sebanyak 16 objek, pabrik dan gudang 11 objek, pasar atau toko 5 objek, serta kategori lainnya sebanyak 10 objek.

"Dari rekapitulasi periode 1 Januari sampai 21 September 2026, tercatat sebanyak 64 objek Kebakaran di Kota Cimahi. Kebakaran lahan kosong menjadi kejadian dengan jumlah tertinggi," kata Aep, Selasa (22/9/2026).

Sementara itu, kategori rumah makan dan perkantoran belum tercatat mengalami Kebakaran hingga periode tersebut.

Selain menangani kejadian di wilayah Kota Cimahi, Satpol PP dan Damkar juga turut membantu penanganan dua kejadian Kebakaran yang terjadi di luar batas wilayah Kota Cimahi.

Aep menilai tingginya kejadian Kebakaran di lahan kosong perlu menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tanah dan vegetasi yang kering membuat api dapat dengan cepat menjalar ketika muncul percikan.

Salah satu pemicu yang kerap terjadi adalah aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan.

"Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu Kebakaran di area lahan kosong maupun permukiman," ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya Kebakaran, Aep mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Warga juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.

Selain itu, masyarakat perlu memeriksa kelayakan instalasi listrik dan peralatan elektronik secara berkala. Kompor serta berbagai peralatan yang menghasilkan panas juga harus dipastikan dalam kondisi mati sebelum rumah ditinggalkan.

"Pastikan setelah menggunakan api benar-benar sudah dipadamkan. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana