Bantu Tangani Kebakaran TPAS Galuga, Pemkot Bogor Beri Penghargaan Manggala Agni

Pemkot Bogor memberikan penghargaan kepada Manggala Agni atas kontribusinya dalam menangani kebakaran TPAS Galuga dan menerapkan prinsip 5M.

Bantu Tangani Kebakaran TPAS Galuga, Pemkot Bogor Beri Penghargaan Manggala Agni
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat memberikan penghargaan kepada tim personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan karena telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan penghargaan kepada personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berpartisipasi dalam penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Pemkot Bogor mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Manggala Agni serta perwakilan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah membantu proses penanganan kebakaran TPAS Galuga.

“Manggala Agni luar biasa, terima kasih atas bantuannya. Alhamdulillah atas sinergi dan kolaborasi yang tidak pernah putus di Bogor. Kehadiran Manggala Agni dengan ilmu serta pengalaman yang dimiliki membantu jajaran Pemkot Bogor dalam menangani dan memadamkan kebakaran di TPAS Galuga,” tutur Dedie saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2026) pagi.

Dedie mengatakan, kehadiran Manggala Agni juga menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk mendukung rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.

Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diberikan Manggala Agni kepada perangkat daerah terkait dapat menjadi bekal dalam menghadapi kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang.

“Dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Bapak ketika bertugas ke Jakarta langsung ditugaskan Pak Dirjen untuk membantu pemadaman di Bogor dan ditutup oleh turunnya hujan pada Jumat (18/9) malam. Ini semua adalah rangkaian yang Allah SWT siapkan untuk kita,” terang Dedie.

Dedie menjelaskan, kebakaran TPAS Galuga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini menjadi ujian, karena ada kezaliman kepada alam yang mengajak semua pihak untuk introspeksi diri,” jelasnya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Direktorat Pengendalian Hutan Kementerian Kehutanan Astan P. Manurung menjelaskan, penanganan kebakaran di TPAS memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan kebakaran lahan gambut.

Dalam proses pemadaman, Manggala Agni menerapkan prinsip 5M, yakni manajemen asap, manajemen air, manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen logistik, serta manajemen sarana dan prasarana (sarpras).

“Manajemen asap menjadi salah satu hal penting, karena personel tidak boleh berhadapan langsung dengan arah angin akibat paparan asap yang sangat tinggi. Untuk manajemen air, harus kontinu dan tidak boleh terputus. Jika berhenti atau terputus, panas api yang turun bisa kembali naik,” terangnya.

Astan menjelaskan, manajemen sarpras juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sementara manajemen logistik diperlukan untuk memastikan kebutuhan personel tetap terpenuhi selama proses pemadaman berlangsung.

Adapun manajemen SDM berkaitan dengan pengaturan jumlah personel, mengingat kebakaran lahan gambut maupun TPA dapat berlangsung lebih dari satu hari.

“Tentunya kondisi fisik dan mental personel harus tetap terjaga. Semoga silaturahmi yang terjalin terus terjaga, tapi tidak dalam konteks pemadaman,” pungkas Astan.


Editor : Ahmad Sayuti