Unjani Jaga Kepercayaan di Tengah Persaingan

Unjani Jaga Kepercayaan di Tengah Persaingan
MAHASISWA BARU: Unjani mengukuhkan dan menyambut 6.120 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Angka tersebut tercapai di tengah peta persaingan perguruan tinggi nasional.

INILAH, Cimahi - Sebanyak 6.120 mahasiswa baru memasuki babak baru kehidupan akademik di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).  Mereka datang dari berbagai latar belakang, membawa harapan untuk menempuh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Jumlah tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Unjani di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat. Bertambahnya kuota di perguruan tinggi negeri membuat sejumlah perguruan tinggi swasta harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan minat calon mahasiswa.

Namun, Unjani masih mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Jumlah mahasiswa baru tahun ini hanya berkurang sekitar 70 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus lebih dari 6.200 mahasiswa.

Bagi kampus, angka itu bukan sekadar statistik penerimaan mahasiswa. Di dalamnya terdapat kepercayaan, terutama dari lulusan SMK yang memilih Unjani sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Penyambutan mahasiswa baru digelar melalui Sidang Senat Terbuka sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (17/9). 

Kegiatan kemudian berlanjut secara bertingkat, mulai dari universitas, fakultas, hingga program studi.

Selama sepekan, mahasiswa baru akan mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan. Dari Senin hingga Sabtu, kampus menjadi ruang pertama bagi mereka untuk beradaptasi dengan dunia pendidikan tinggi.

Di balik penerimaan ribuan mahasiswa tersebut, ada strategi yang terus dijaga Unjani. Mutu menjadi salah satu fondasinya. Kualitas dosen, tenaga kependidikan, hingga guru besar terus ditingkatkan agar proses pendidikan tetap memiliki standar yang kuat.

Kurikulum juga diarahkan agar tidak berjalan jauh dari kebutuhan industri dan dunia usaha. Pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki pasar kerja.

Akreditasi menjadi bagian lain dari upaya tersebut. Pembaruan akreditasi dilakukan sebagai bentuk pengukuran dan penegasan terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.

Namun, Unjani memiliki satu hal yang menjadi pembeda. Identitas sebagai Smart Military University menjadi karakter yang ditanamkan kepada mahasiswa. Disiplin, loyalitas, dan kesantunan menjadi bagian dari pendidikan yang berjalan berdampingan dengan kemampuan akademik. 

Mahasiswa tidak hanya diarahkan menguasai hard skill, tetapi juga membangun soft skill yang akan membentuk sikap mereka di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Upaya membuka akses pendidikan juga mulai diperluas. Tahun ini, untuk pertama kalinya Unjani menerima mahasiswa penerima KIP Kuliah. Sebanyak delapan mahasiswa lolos melalui skema tersebut, terdiri atas satu mahasiswa Kedokteran Gigi dan tujuh mahasiswa Teknologi Manufaktur.

Selain KIP Kuliah, tersedia pula dukungan beasiswa dari mitra industri, di antaranya Mind ID Group dan Minamas, serta bantuan dari pemerintah daerah. (agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran