Buang Euforia Taklukkan Jepara

PERSIJAP Jepara dua kali menyulitkan Persib musim lalu. Kini dengan sisa-sisa tenaga, Maung Bandung kembali mencoba taklukkan ketangguhan Laskar Kalinyamat.

Buang Euforia Taklukkan Jepara
INILAH/ADAM HUSEIN

Minggu (20/9) malam WIB, Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) di Jepara tidak akan sekadar mementaskan laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Malam itu, stadion tersebut akan menjadi saksi sebuah drama kemanusiaan yang intim antara lelahnya sang juara bertahan melawan ambisi membara sang tuan rumah.

Hanya empat hari sebelum peluit pertama dibunyikan di Jepara, para penggawa Persib masih berlari di bawah lampu sorot Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan. Mereka baru saja mengukir tinta emas bagi sepak bola Indonesia dengan menundukkan raksasa K-League, FC Seoul, lewat gol tunggal Julio Cesar di ajang AFC Champions League Two.

Namun, euforia kompetisi Asia adalah kemewahan yang harus segera dilipat dan disimpan rapat-rapat. Marc Klok dan kawan-kawan harus langsung bertarung dengan waktu, menempuh perjalanan ribuan kilometer, melawan jetlag, dan mengatasi kelelahan otot yang luar biasa.

Bagi sang pencetak gol kemenangan di Seoul, Julio Cesar, laga ini adalah pembuktian komitmen. Sempat terkapar hingga harus memakai penyangga leher di laga sebelumnya, ia menolak untuk beristirahat.

"Halo Bobotoh! Saya hanya ingin bilang bahwa semuanya baik-baik saja. Saya baik-baik saja dan siap untuk pertandingan berikutnya," kata Cesar dikutip dari situs resmi Persib.

Bagi para pemain Persib, laga melawan Persijap jadi ajang menguji mental. Mereka datang sebagai juara bertahan yang terluka di kompetisi domestik pasca-kekalahan dari rival abadi Persija pekan lalu.

Ada kehormatan besar yang harus dijaga oleh punggawa Pangeran Biru di tengah rasa lelah yang membakar otot-otot kaki mereka.

Namun Pelatih Igor Tolic sedang diselimuti rasa percaya diri. Melihat performa trengginas anak-asuhnya di level Asia, dia optimistis mampu mengulangi hasil serupa melawan Persijap.

"Semua pemain bekerja sama dan kami tampil sangat solid. Kami cukup beruntung bisa mencetak gol dan akhirnya mengamankan tiga poin," katanya.

Rekor Pertemuan Persijap jadi satu-satunya tim yang tak mampu dikalahkan Persib pada dua pertemuan di Super League musim lalu. Bahkan, Laskar Kalinyamat membukukan kemenangan paling mengejutkan.

Cerita musim lalu bermula dengan tamparan keras bagi sang juara bertahan. Pada pekan kedua kompetisi di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara 18 Agustus 2025,  Persib datang dengan status mentereng.

Namun, malam itu Laskar Kalinyamat memberikan pelajaran berharga bahwa nama besar tidak otomatis memenangkan laga.

Persib tertinggal oleh gol Carlos Franca, sebelum asa sempat membubung tinggi ketika Uilliam Barros menyamakan kedudukan lewat penalti di menit-menit krusial injury time (90+2').

Saat skuad asuhan Bojan Hodak mengira mereka akan pulang membawa satu poin, petaka datang dua menit kemudian. Sudi Abdallah mencetak gol kemenangan dramatis bagi Persijap.

Drama berlanjut di pekan ke-34 atau laga pamungkas kompetisi. Takdir kembali mempertemukan mereka di Bandung. Persib hanya butuh satu poin untuk mengunci gelar juara di hadapan publik sendiri.

Di atas kertas, dengan diperkuat bintang seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders, Persib diunggulkan. Namun, bayang-bayang kekalahan di putaran pertama dan status Persijap sebagai "satu-satunya tim yang belum bisa mereka kalahkan semusim itu" menggelayuti atmosfer GBLA.

Sepanjang laga, raungan puluhan ribu penonton berbaur dengan rasa cemas. Setiap peluang dari kaki Tom Haye hingga sundulan pemain depan Persib digagalkan secara heroik oleh lini pertahanan Persijap yang dikomandoi kiper Muhammad Ardiansyah.

Persijap, yang sudah aman dari jurang degradasi, bermain tanpa beban namun penuh kehormatan.

Mereka tidak mengalah; mereka bertarung seolah-olah trofi itu milik mereka.

Ketika wasit meniup peluit panjang dan papan skor tetap menunjukkan angka 0-0, ketegangan itu pecah menjadi tangis haru.

 Angka nol yang biasanya terasa hambar, sore itu menjadi angka paling indah dalam sejarah sepak bola Bandung. Persib juara lewat keunggulan head-to-head yang dramatis atas Borneo FC. (bsf)

HEAD TO HEAD 23/05/26: Persib 0-0 Persijap 18/08/25: Persijap 2-1 Persib 19/08/14: Persib 5-0 Persijap 09/02/14: Persijap 1-1 Persib 07/05/11: Persijap 1-1 Persib

5 LAGA TERAKHIR PERSIJAP 12/09/26: Persijap 0-1 Borneo 06/09/26: Madura 2-0 Persijap 23/05/26: Persib 0-0 Persijap 17/05/26: Persijap 0-0 Borneo 10/05/26: Persita 0-3 Persijap

5 LAGA TERAKHIR FC SEOUL 16/09/26: Seoul 0-1 Persib 12/09/26: Persija 2-1 Persib 06/09/26: Persib 3-1 PSM 31/08/26: Persib 1-0 Manila 18/08/26: Persib 3-2 Bali United

PRAKIRAAN PEMAIN Persijap (4-2-3-1) Abrizal (GK) Tiri, Chica, Pirulo, Rakhmatzoda (B) Douglas, China (cdm) Umanailo, Fadhillah, Saepul (T) Blasco (D) Pelatih: J Cortez Persib (4-3-3) Teja (GK) Reijnders, Mutombo, Matricardi, Loncar (B) Adam, Klok, Haye (T) Peralta, Sekulic, Berguinho (D) Pelatih: Igor Tolic


Editor : Inilahkoran