Pemkot Bogor Sebar 190.150 Masker untuk Masyarakat Rentan dan Pekerja Lapangan 

Pemkot Bogor mendistribusikan total 190.150 masker medis kepada masyarakat untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemkot Bogor Sebar 190.150 Masker untuk Masyarakat Rentan dan Pekerja Lapangan 
Pembagian masker oleh jajaran Pemkot Bogor di berbagai wilayah Kota Bogor. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mendistribusikan total 190.150 masker medis kepada masyarakat untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebaran distribusi masker mulai dari kantor kecamatan, kelurahan, puskesmas dan posyandu SeKota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, distribusi masker harus tepat sasaran, klasifikasi warga penerima masker harus dilakukan secara selektif. Yang sudah jelas itu lansia, pekerja di lapangan dan warga yang rentan atau memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan. 

"Sehingga harus langsung menyentuh masyarakat tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan masker tersebut agar bisa mendatangi lokasi yang sudah terdistribusi. Mulai dari kantor kecamatan hingga posyandu di masing-masing RW," tutur Jenal, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena memaparkan pihaknya telah mengantongi hasil surveilans harian dari 25 puskesmas se-Kota Bogor. Hasilnya menunjukkan total kasus enam indikator terkait dampak abu vulkanik (ISPA, pneumonia, PPOK, asma, konjungtivitis, dan dermatitis) tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.

"Dari 1.849 kasus pada 31 Agustus 2026 menjadi 1.669 kasus pada 7 September 2026, namun dua indikator yang relevan dengan pajanan abu vulkanik, yaitu Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), naik dari 24 menjadi 31 kasus dan konjungtivitis atau iritasi mata naik dari 30 menjadi 36 kasus," terangnya.

Erna memaparkan, kenaikan itu terkonsentrasi di beberapa wilayah kerja puskesmas, seperti Pulo Armyn, Mekarwangi, dan Gang Kelor. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bogor telah meningkatkan intensitas surveilans di wilayah terkait.

"Kami juga memastikan ketersediaan obat dan APD di seluruh puskesmas, serta terus meningkatkan edukasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat," paparnya.

Erna menjelaskan, berbagai OPD di lingkup Pemkot Bogor juga sudah menerima sesuai usulan kebutuhan guna mendukung kesiapsiagaan dan kelancaran pelayanan publik selama masa paparan abu vulkanik ini berlangsung.

"Pemkot Bogor mengimbau warga tetap tenang namun waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar," jelasnya.

Erna membeberkan, warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, mata merah dan perih, atau iritasi kulit. 

"Dalam kondisi gawat darurat dapat menghubungi Call Center di nomor 119," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani