Kemenko PM Buka Akses Pasar UMKM Lewat RRI Fest di Bogor
Kemenko PM dan RRI membuka akses pasar UMKM lewat RRI Fest di Bogor dengan bazar 55 pelaku usaha dan workshop untuk 100 peserta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah memperkuat sinergi dengan media untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut diwujudkan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melalui RRI Fest di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM membawa program 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar.
Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar, sementara 100 pelaku UMKM mendapatkan penguatan kapasitas melalui workshop.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, kolaborasi pemerintah dan media perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka akses pasar bagi usaha lokal.
“Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” tutur Muhaimin Iskandar kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Muhaimin menjelaskan, bazar tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, produksi hingga akses pasar.
“Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi,” terang Muhaimin.
Cak Imin mengatakan, media telah memiliki panggung, sedangkan tugas pemerintah adalah mengisi panggung tersebut dengan program yang menyentuh langsung perekonomian warga.
“Pemberdayaan harus hadir di tempat masyarakat berada, bukan hanya di kota-kota besar,” katanya.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, proses kurasi menjadi bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat.
Pelaku usaha yang terlibat dipilih dan didampingi agar memiliki kesiapan untuk memperluas pasar.
“Panggungnya sudah disiapkan RRI. Yang kami bawa adalah isinya: pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” tambah Leontinus.
Menurutnya, akses pasar perlu dibangun secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas.
Karena itu, Kemenko PM juga menghadirkan workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 peserta. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal.
“Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah,” lanjut Leontinus.
Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan RRI Fest merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang temu masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal.
“Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi yang mendapat dukungan program karena memiliki sentra industri alas kaki di Kecamatan Ciomas yang telah lama menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Melalui sinergi pemerintah dan media, Kemenko PM mendorong agar pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan atau bantuan, tetapi berlanjut hingga masyarakat mampu mengembangkan usaha, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan semakin mandiri secara ekonomi,” terang Hendrasmo.
Editor : Ahmad Sayuti

