Upaya Restorasi dan Konservasi Eiger Nature Diapresiasi WWF-Indonesia
Upaya restorasi dan konservasi Eiger Nature diapresiasi WWF-Indonesia melalui kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Upaya Eiger Nature dalam mengembangkan inisiatif berbasis alam mendapat perhatian dari WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global. Hal itu mengemuka saat 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global mengunjungi Eiger Nature dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia.
kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan perjalanan Eiger Nature dalam mengembangkan kawasan yang mengintegrasikan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Para peserta diajak melihat langsung kawasan sekaligus memahami proses pengembangan Eiger Nature. Rangkaian kunjungan mencakup perjalanan restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Direktur Utama Eiger Nature Imanuel Wirajaya mengatakan, kunjungan tersebut memiliki arti khusus karena berlangsung saat Eiger Nature memasuki tahap akhir persiapan menuju pembukaan untuk publik, termasuk penyempurnaan fasilitas dan pengalaman pengunjung.
Menurutnya, pertemuan dengan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global juga menjadi ruang terbuka untuk berdialog, bertukar perspektif, sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan Eiger Nature.
“Kami melihat Eiger Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” tutur Imanuel Wirajaya kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Eiger Nature Padukan Petualangan dan Konservasi
Imanuel menjelaskan, Eiger Nature dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan panjang Eiger yang selama hampir empat dekade tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah ruang yang mempertemukan pengalaman bermakna dengan upaya memberikan kontribusi positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.
“Kami juga berkolaborasi dengan Balai Besar TNGGP dalam mendukung upaya konservasi, edukasi lingkungan dan pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Imanuel yang akrab disapa Nunu menambahkan, pertukaran perspektif dengan WWF diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih luas antara Eiger Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global.
Kolaborasi tersebut khususnya diarahkan pada bidang konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin Eiger Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman dan makna yang baru tentang alam. Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
WWF Apresiasi Pendekatan Eiger Nature
Sementara itu, bagi WWF, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan yang tengah dikembangkan Eiger Nature dalam mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi dengan manfaat bagi masyarakat.
CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan, keterlibatan sektor swasta dalam menjaga alam sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi salah satu hal yang menarik dari pengembangan Eiger Nature.
“Hal menarik dari Eiger Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional,” kata Aditya.
Menurut Aditya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan yang tengah dikerjakan satuan tugas inovasi pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik untuk mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia.
Editor : Ahmad Sayuti

