Jaga Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Bogor Salurkan Bantuan Pangan untuk 1.756 Keluarga

Pemkot Bogor melalui TPID memperkuat pengawasan harga sembako, takaran BBM dan LPG 3 kg, serta menyalurkan bantuan pangan kepada 1.756 keluarga rawan pangan.

Jaga Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Bogor Salurkan Bantuan Pangan untuk 1.756 Keluarga
Pemkot Bogor melalui TPID memperkuat pengawasan harga sembako, takaran BBM dan LPG 3 kg, serta menyalurkan bantuan pangan kepada 1.756 keluarga rawan pangan.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pengendalian Inflasi daerah melalui pengawasan harga kebutuhan pokok hingga pemeriksaan takaran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram.

Langkah tersebut dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor untuk menjaga stabilitas harga, melindungi konsumen, sekaligus memastikan distribusi barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan.

Kabag Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari, mengatakan sejumlah kegiatan pengawasan telah dilakukan sepanjang 2026. Di antaranya pemantauan harga kebutuhan pokok, pemeriksaan pompa ukur BBM, pengujian kebenaran takaran, serta pengecekan cap tanda tera di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan terhadap barang dalam keadaan terbungkus (BDKT), termasuk pengujian kuantitas dan pelabelan di sejumlah agen LPG 3 kilogram," ungkap Dewi, Jumat, 30 Oktober 2026.

Dewi menegaskan, pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Bogor.

"Pengawasan terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi di Kota Bogor," tegasnya.

Emas hingga Beras Jadi Penyumbang Inflasi

Dewi menjelaskan, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Kota Bogor. Untuk inflasi tahunan, komoditas dengan kontribusi terbesar meliputi emas, bensin, beras, cabai merah, dan minyak goreng.

Sementara itu, penyumbang inflasi bulanan berasal dari bawang putih, tomat, daging sapi, kentang, dan buah alpukat.

Di sisi lain, beberapa komoditas juga mengalami deflasi atau penurunan harga pada pertengahan tahun. Komoditas dengan penurunan harga tertinggi antara lain telur ayam ras, tomat, sabun mandi cair, ikan asin, dan petai.

"Di sisi lain, pada pertengahan tahun, beberapa komoditas mengalami deflasi atau penurunan harga. Komoditas dengan penurunan harga tertinggi yakni telur ayam ras, tomat, sabun mandi cair, ikan asin, dan petai," jelasnya.

Bantuan Pangan untuk 1.756 Keluarga

Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat, Pemkot Bogor juga memperkuat program intervensi pangan. Salah satunya melalui penyaluran bantuan kepada 1.756 keluarga rawan pangan yang tersebar di 10 kelurahan.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor. Setiap penerima mendapatkan beras 10 kilogram, minyak goreng dua liter, telur ayam dua kilogram, serta gula dua kilogram.

Selain bantuan pangan, Pemkot Bogor juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dewi menambahkan, TPID Kota Bogor telah menggelar High Level Meeting pada 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan survei harga kebutuhan pokok di Pasar Jambu Dua sebagai bagian dari evaluasi kondisi harga di lapangan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Bogor berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga dan pengendalian inflasi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.***


Editor : JakaPermana