Apa Itu Wabah Pes? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Berikut pengertian tentang wabah pes, penyebab, dan cara mencegahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Belakangan ini wabah pes jadi perbincangan, wabah pes sendiri adalah penyakit infeksi serius yang pernah menjadi salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia.
penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan umumnya ditularkan melalui gigitan kutu (pinjal) yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus.
Sejarah Singkat wabah pes
pes dikenal luas melalui peristiwa Black Death yang terjadi pada abad ke-14 dan menewaskan jutaan orang di Eropa. Sejak saat itu, penyakit ini menjadi salah satu pandemi paling ditakuti, meski kini kasusnya jauh lebih jarang berkat kemajuan dunia medis.
Penyebab wabah pes
penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang hidup pada hewan pengerat. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, serta paparan droplet atau percikan batuk pada jenis pes tertentu.
Hewan seperti tikus menjadi reservoir utama, sementara pinjal berperan sebagai perantara penularan ke manusia.
Jenis-Jenis penyakit pes
wabah pes terbagi menjadi tiga jenis utama. pes bubonik merupakan jenis paling umum dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, demam, serta lemas.
pes septikemik terjadi ketika infeksi menyebar ke aliran darah dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Sementara itu, pes pneumonik adalah jenis paling berbahaya karena menyerang paru-paru dan dapat menular antar manusia melalui udara.
Gejala wabah pes
Gejala biasanya muncul dalam beberapa hari setelah terpapar. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri otot, serta kelelahan ekstrem. Pada beberapa kasus, muncul pembengkakan kelenjar getah bening dan batuk berdarah, terutama pada pes pneumonik. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal.
Apakah wabah pes Masih Ada?
Meskipun jarang, penyakit pes belum sepenuhnya hilang. Beberapa wilayah di dunia masih melaporkan kasus sporadis, terutama di daerah dengan populasi tikus tinggi dan kondisi sanitasi yang kurang baik. Para peneliti juga mengenal istilah “silent period”, yaitu fase ketika penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, namun masih berpotensi muncul kembali.
Cara Pencegahan wabah pes
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus. Menghindari kontak dengan hewan liar atau yang sakit juga sangat penting. Selain itu, penggunaan pelindung saat berada di wilayah berisiko serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala menjadi langkah yang tidak kalah penting.
Editor : Firda Rachmawati

