Cerdas Berinvestasi, Bijak Mengelola Risiko
INVESTASI perlu dibekali pemahaman yang memadai. Literasi keuangan membantu generasi muda mengenali peluang dan risiko.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Kemudahan membuka rekening efek lewat ponsel membuat pasar modal semakin dekat dengan generasi muda. Namun, di balik layar aplikasi dengan beragam pilihan investasi, pemahaman yang memadai tetap diperlukan agar langkah pertama tak berujung pada keputusan keliru.
Kesadaran itulah yang melandasi Roadshow Sosialisasi Edukasi Investasi dan Saham yang digelar InilahKoran bekerja sama dengan bank bjb bertajuk “Gen Z Melek Investasi: Roadshow Literasi Saham untuk Generasi Masa Depan” di Auditorium Lantai 8 Gedung Dekanat Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (21/10).
Melalui kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, mahasiswa diajak mengenal pasar modal lebih dekat. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada mekanisme investasi saham, tetapi juga diajak memahami pentingnya pengelolaan risiko sebelum memutuskan menanamkan modal.
Sejumlah narasumber dari industri pasar modal, perbankan, dan perguruan tinggi hadir untuk berbagi pengetahuan. Mereka adalah Direktur Utama bjb Sekuritas Dr Maryadi Suwondo, Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Konsumer bank bjb Maman Rukmana, Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Firman Hananto, serta Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba Dr Rabiatul Adwiyah.
Diskusi turut menghadirkan dosen Manajemen Keuangan Program Studi Manajemen FEB Unisba Dr Lasmanah dan guest star Ferry Curtis.
Dalam seminar dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengenalan pasar modal Indonesia, dasar-dasar investasi saham, strategi bagi investor pemula, hingga manajemen risiko. Prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia juga menjadi bagian dari pembahasan.
Direktur Utama PT Media Inilah Jabar Tantan Sulthon Bukhawan mengatakan, pertumbuhan jumlah investor pasar modal menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Perkembangan teknologi digital dan kemudahan pembukaan rekening efek telah membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mulai mengenal investasi saham," kata Tantan.
Namun, akses yang semakin mudah tidak serta-merta menjamin setiap investor memiliki pemahaman yang memadai. Keputusan investasi tetap membutuhkan pengetahuan agar tidak semata-mata didorong tren, ajakan di media sosial, atau harapan mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. (gin)
Editor : Inilahkoran
