Creative Village Berpeluang Bawa Tren Industri Kustomisasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, rangkaian program Creative Village membuka peluang bagi industri ekonomi kreatif Indonesia ke tren pasar kustomisasi (customized) dengan potensi pejuang ekraf yang luas di seluruh daerah di Indonesia.
“Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kita percaya kalau ke depannya, tren ekonomi masa depan adalah sesuatu yang customized, personalized, bukan lagi sesuatu yang mass production. Dan Indonesia punya kesempatan untuk mendominasi di industri tersebut,” kata Irene saat ditemui media dalam pembukaan Creative Village 2 di MGP Space SCBD, Jakarta, Rabu (21/10).
Ia mengatakan, melalui Creative Village, Kemenekraf ingin memamerkan potensi besar dari pelaku usaha produk kreatif kepada seluruh peserta delegasi yang hadir dengan kualitas kustomisasi yang tinggi dan berbeda dari produk pasaran lainnya.
Namun ia mengatakan, produk ekraf Indonesia masih memiliki tantangan untuk bisa menangani produksi dalam jumlah banyak sehingga dari pameran ini diharapkan dapat membangkitkan kepercayaan diri pelaku ekraf untuk bisa memenuhi permintaan pasar namun dengan mempertahankan kualitas tinggi.
Melalui pameran ini, pemerintah juga ingin menjembatani potensi tersebut agar pelaku ekraf nasional mendapatkan pasar yang lebih luas sehingga bisa meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia.
“Jadi kita sih berharap satu hal dari teman-teman di Indonesia bisa merasakan kebanggaan. Bahwa Indonesia ada teman-teman pejuang ekonomi kreatif yang menghasilkan ini, dan kita dari pemerintah mencoba untuk nge-bridge supaya market bisa lebih terbuka, peraturan bisa lebih terbuka,” kata Irene.
Irene mengatakan, dalam Creative Village yang berlokasi di beberapa titik di kawasan SCBD ini, memamerkan 21 subsektor yang diampu Kementerian Ekonomi Kreatif dan memamerkan ratusan produk dari jenama-jenama yang telah terkurasi dari Sabang sampai Merauke mulai dari fashion, kriya hingga otomotif.
Selama lima hari pameran, Irene berharap akan ada kesempatan business to business matchmaking yang tidak hanya mendorong transaksi secara diplomatis tapi juga berkelanjutan yang dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional. (bsf)
Editor : Inilahkoran
