Dari Cangkul ke Traktor, Aspirasi Prof Rokhmin Menggerakkan Sawah Gebang Udik
Bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Madu Tani III, kehadiran traktor roda empat bukan sekadar bantuan alat pertanian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Deru mesin traktor kini menjadi suara baru di hamparan sawah Desa Gebang Udik, Kecamatan Gebang.
Bagi para petani yang tergabung dalam Kelompok Madu Tani III, kehadiran traktor roda empat bukan sekadar bantuan alat pertanian, melainkan penanda perubahan cara mereka mengolah lahan.
Sudah sekitar tiga bulan terakhir, bantuan traktor dari Kementerian Pertanian melalui program aspirasi anggota DPR RI, Rokhmin Dahuri, dimanfaatkan para petani untuk menggarap sawah. Hasilnya, pekerjaan yang sebelumnya menguras tenaga kini terasa lebih ringan dan efisien.
"Alhamdulillah, petani sangat terbantu. Mengolah sawah jadi lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ujar Ketua Kelompok Madu Tani III, Tiroh, Minggu (15/2/2026), saat menerima kunjungan Rokhmin ke lokasi pertanian mereka.
Traktor tersebut digunakan untuk mengolah lahan yang ditanami beragam komoditas, mulai dari padi, jagung, bawang, hingga tebu. Keberadaannya dinilai mampu memangkas waktu kerja dan membuka peluang peningkatan hasil panen.
Dalam kunjungannya, Rokhmin berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan dirawat dengan baik. Dia menekankan pentingnya perawatan rutin agar usia pakai traktor bisa panjang dan manfaatnya dirasakan lebih lama oleh para petani.
"Setelah digunakan segera dibersihkan dan dikontrol mesinnya. Kalau dirawat, traktor ini bisa terus membantu petani meningkatkan produksi dan pendapatan," ucapnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu menilai, bantuan traktor melalui program aspirasi merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Dia menyebutkan, aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, Cirebon-Indramayu, menjadi komitmen yang terus dia perjuangkan.
"Saya bukan tipe yang lupa pada asal-usul. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat, saya upayakan untuk direalisasikan," jelasnya.
Rokhmin menambahkan, realisasi aspirasi membutuhkan proses dan penyesuaian anggaran. Dia meminta masyarakat tetap bersabar bagi aspirasi yang belum terwujud.
"Tidak semua bisa langsung direalisasikan bersamaan. Tapi satu per satu, aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan," katanya. ***
Editor : Gin gin T Ginulur


