Dari Pataka Menuju Perubahan

Dari Pataka  Menuju Perubahan
PISAH SAMBUT: Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki tiba mengikuti upacara pisah sambut.(ANTARA/RUBBY JOVAN)

INILAH, Bandung - Kepemimpinan baru di Polda Jawa Barat dimulai dengan sebuah amanah. Irjen Pol Hengki resmi memegang tongkat komando setelah menerima Pataka Polda Jabar Ganda Wibawa Sakti dalam upacara di Markas Polda Jabar, Selasa (13/10). 

Hengki menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto. Penyerahan pataka itu bukan sekadar tradisi pergantian pimpinan, melainkan penanda beralihnya tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat.

"Upacara tradisi penyerahan Pataka ini menandai beralihnya tanggung jawab kepemimpinan Polda Jawa Barat dari Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto kepada saya," kata Hengki dalam sambutannya.

Jenderal polisi bintang dua itu menyadari jabatan barunya bukan sekadar posisi di dalam institusi. Ada kehormatan yang harus dijaga, sekaligus tanggung jawab besar untuk memastikan kehadiran polisi dirasakan masyarakat.

"Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menerima amanah ini," tegasnya.

Hengki berkomitmen melanjutkan program pendahulunya yang telah berjalan baik dan memberi manfaat. Namun, dia juga menaruh perhatian pada pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga pelayanan publik.

Baginya, perubahan tidak cukup berhenti pada kebijakan atau arahan pimpinan. Pembenahan harus tampak dalam tindakan sehari-hari, terutama ketika anggota polisi berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, salah satu pesan pertamanya kepada jajaran Polda Jabar adalah mengubah cara berpikir dan bersikap terhadap warga. Dia meminta anggota tidak antikritik, bersedia mendengarkan keluhan, serta memahami persoalan sebelum mengambil tindakan.

"Dengarkan keluhan dengan sabar, terima kritik dengan lapang dada, dan pahami persoalan sebelum mengambil tindakan," ujar Hengki.

Menurutnya, kedekatan polisi dengan masyarakat tidak terbentuk hanya melalui seragam dan kewenangan. Kepercayaan tumbuh ketika warga merasa didengar, dihargai, dan memperoleh kejelasan atas persoalan yang mereka laporkan.

Setiap orang yang datang ke kantor polisi, kata Hengki, berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Mereka juga perlu mengetahui sejauh mana laporan yang disampaikan telah ditangani.

"Setiap warga yang datang harus merasa dihargai, didengarkan, dan memperoleh kejelasan atas penanganan laporan yang disampaikan. Dari kesediaan mendengar kita mengetahui apa yang harus dibenahi," tuturnya.

Pesan tersebut menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu pekerjaan penting dalam kepemimpinan barunya. Kecepatan dan kemudahan layanan diharapkan berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, serta tidak tebang pilih.

Hengki juga meminta para pimpinan di setiap tingkatan menjadi teladan bagi anggota di bawahnya. Mereka diharapkan membangun budaya kerja yang disiplin, terbuka terhadap evaluasi, dan berani melakukan perbaikan.

"Kepada para pimpinan di setiap tingkatan, saya meminta agar menjadi teladan, membimbing anggotanya, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan terbuka terhadap perbaikan," katanya.

Pembenahan internal, menurut Hengki, harus bermuara pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Pelayanan yang cepat dan mudah, penegakan hukum yang adil, serta penggunaan kewenangan secara transparan menjadi bagian dari arah perubahan yang ingin dibangun.

"Wujudnya adalah pelayanan yang cepat dan mudah, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta pelaksanaan kewenangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Namun, menjaga keamanan Jawa Barat bukan pekerjaan yang dapat dituntaskan kepolisian sendirian. Hengki mengajak seluruh personel memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan berbagai elemen masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan agar upaya menjaga keamanan dan ketertiban berjalan seiring dengan kebutuhan warga di berbagai wilayah Jawa Barat.

"Saya memohon doa restu dan mengajak seluruh personel memperkuat kebersamaan, serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan segenap elemen masyarakat demi terwujudnya Jawa Barat yang aman dan kondusif," pungkasnya.

Pergantian kepemimpinan di Polda Jabar pun membawa sejumlah pesan tentang arah kerja yang hendak ditempuh Hengki. Melanjutkan program yang telah berjalan, membenahi kekurangan, dan membangun budaya kerja yang terbuka menjadi bagian dari komitmennya. (cesar yudistira/gin)


Editor : Inilahkoran