Dedi Mewanti-wanti Ancaman Generasi 'Mager' Akibat Gawai, Picu Penyakit Kronis Anak
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyoroti perubahan pola hidup anak-anak yang dinilai semakin mengkhawatirkan, akibat ketergantungan terhadap gawai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti perubahan pola hidup anak-anak yang dinilai semakin mengkhawatirkan, akibat ketergantungan terhadap gawai.
Menurutnya, persoalan kesehatan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar soal kecukupan gizi, melainkan minimnya aktivitas fisik atau malas gerak 'mager' yang membuat nutrisi dalam tubuh tidak terolah menjadi energi.
Fenomena tersebut, kata Dedi, menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang terlalu lama berinteraksi dengan layar gawai cenderung kehilangan waktu untuk bergerak, berolahraga, maupun melakukan aktivitas luar ruang yang mendukung pertumbuhan fisik.
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar Dedi, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, pola hidup pasif yang semakin banyak dijalani anak-anak berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan. Selain meningkatkan risiko gangguan emosional, kebiasaan tersebut juga memicu munculnya penyakit degeneratif pada usia yang semakin muda.
Dedi mengungkapkan, sejumlah penyakit yang selama ini identik dengan kelompok usia dewasa, kini mulai ditemukan pada anak-anak. Kasus gagal ginjal hingga diabetes menjadi indikator bahwa persoalan kesehatan anak memerlukan perhatian lebih serius dari keluarga maupun pemerintah.
Sebab itu, ia meminta para orang tua tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan makanan anak, tetapi juga memastikan mereka memiliki pola hidup aktif. Anak-anak perlu didorong untuk lebih banyak bergerak, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula.
Menurutnya, upaya membangun generasi sehat harus dilakukan secara menyeluruh sejak dini, termasuk dengan membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
Selain menyoroti kesehatan anak, Dedi juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Program tersebut tengah disusun, sebagai bagian dari strategi memperbaiki kualitas kesehatan sejak masa kehamilan.
"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," ucapnya.
Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar yang mendukung kualitas hidup, mulai dari makanan bergizi, minuman yang layak konsumsi hingga lingkungan yang sehat.
"Seluruhnya, negara harus bertanggungjawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti
