Dedi Mulyadi Raih Skor 7,0 dalam Survei Kualitas Kepemimpinan SMRC

SMRC memberi Dedi Mulyadi skor rata-rata 7,0 dalam survei kualitas kepemimpinan nasional. Simak nilai tiap indikator dan metode surveinya.

Dedi Mulyadi Raih Skor 7,0 dalam Survei Kualitas Kepemimpinan SMRC
Istimewa

INILAHKORAN.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat penilaian positif dari kalangan opinion leaders dalam survei kualitas kepemimpinan nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada September 2026.

Dalam survei bertajuk Opinion Leaders: Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif, Dedi memperoleh skor rata-rata kualitas tokoh sebesar 7,0 pada skala 0–10. Nilai tersebut setara dengan Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, Pramono Anung Wibowo, dan Zainal Arifin Mochtar.

Pada indikator kemampuan memimpin, Dedi meraih skor 7,3. Aspek ini mencakup kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan. Nilai tersebut menempatkannya di urutan ketiga, setelah Mahfud MD yang memperoleh skor 7,6 dan Basuki Tjahaja Purnama dengan skor 7,4.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menyoroti keselarasan penilaian kalangan opinion leaders terhadap Dedi dengan kecenderungan dukungan masyarakat secara umum.

“Kemudian ini mewakili antara persepsi positif opinion leader dengan preferensi di tingkat publik nasional terhadap dia. Dukungan terhadap dia, penilaian terhadap dia. Misalnya Dedi Mulyadi itu di survei-survei nasional yang suka sama Dedi itu di atas 90, sejauh ini ya. Jadi itu yang kedua. Tidak ada yang bisa, yang menyamai Dedi Mulyadi untuk kesejajaran antara opinion leader, evaluasi opinion leader dengan evaluasi massa secara umum,” ujar Saiful dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Saiful, studi tersebut bertujuan menggali penilaian mendalam mengenai kualitas tokoh-tokoh nasional yang berpotensi maju sebagai calon presiden atau wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2029.

“Itu temuan kami dari studi opinion leader ini tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik transformatif menjelang 2029. Nah, kalau kita lihat, kita simpulkan, dilihat dari berbagai ukuran atau representasi atau kelompok,” kata Saiful, yang juga Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta.

Skor Dedi Mulyadi pada Sejumlah Indikator

Selain kemampuan memimpin, Dedi memperoleh skor 7,2 pada aspek akseptabilitas atau tingkat penerimaan serta karakter pluralis-inklusif yang mencerminkan penerimaan terhadap keragaman. Pada indikator empati, ia mendapat skor 7,1.

Sementara itu, komitmen Dedi terhadap demokrasi memperoleh skor 7,0. Adapun integritas dan kapabilitas atau kompetensinya masing-masing dinilai dengan skor 6,7.

Secara rata-rata, skor kualitas tokoh Dedi sebesar 7,0 masih berada di bawah Mahfud MD yang meraih nilai 7,6, tertinggi dalam survei tersebut.

Survei Melibatkan 200 Responden

SMRC melibatkan 200 responden dalam penelitian ini. Mereka terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dan 34 jurnalis.

Sejumlah nama yang tercantum sebagai responden antara lain Komaruddin Hidayat, Hikmahanto Juwana, Dewi Fortuna Anwar, Asvi Warman Adam, dan Kuskridho Ambardi.

Responden dipilih menggunakan metode snowballing, yakni penentuan responden melalui jejaring atau rekomendasi responden sebelumnya. Dengan metode tersebut, hasil penelitian bersifat deskriptif dan tidak dapat diperlakukan sebagai representasi statistik seluruh kalangan opinion leaders di Indonesia.

Survei menggunakan konsep kepemimpinan demokratik-transformatif dengan tiga cakupan utama, yakni kualitas personal, komitmen terhadap demokrasi, serta kemampuan mendorong transformasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SMRC berharap hasil penilaian ini dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam mengenali kualitas tokoh nasional menjelang kontestasi politik 2029.

Meski demikian, skor yang diperoleh setiap tokoh merupakan penilaian responden terhadap indikator kepemimpinan yang ditetapkan dalam survei. Angka tersebut bukan pengukuran langsung atas kinerja pemerintahan ataupun tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat.***


Editor : JakaPermana