Dedi Mulyadi Sebut Ciamis Komitmen Alokasikan 7 Persen APBD 2027 untuk Jalan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut Pemkab Ciamis berkomitmen mengalokasikan 7 persen APBD murni 2027 untuk pembangunan dan perbaikan jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis didorong meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan pada 2027. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, Bupati Ciamis bersama sekretaris daerah berkomitmen mengalokasikan 7 persen dari APBD murni tahun depan untuk pembangunan jalan.
Dorongan tersebut muncul setelah Dedi menyoroti minimnya anggaran pembangunan jalan di Kabupaten Ciamis. Pada APBD murni 2026, Pemkab Ciamis hanya mengalokasikan sekitar Rp50 miliar dari total APBD sebesar Rp2,3 triliun untuk pembangunan jalan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian meminta penambahan anggaran melalui perubahan APBD. Hasilnya, Pemkab Ciamis menyepakati tambahan anggaran sebesar Rp66 miliar, sehingga total anggaran pembangunan jalan pada 2026 menjadi sekitar Rp117 miliar.
"Jadi total anggarannya kurang lebih anggaran jalannya Rp117 miliar. Ini sudah lebih baik dibanding anggaran murni," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (16/10/2026).
Meski mengalami kenaikan, Dedi menilai anggaran tersebut masih belum cukup untuk memperbaiki seluruh ruas jalan di Kabupaten Ciamis. Karena itu, peningkatan alokasi anggaran dinilai perlu berlanjut agar penanganan infrastruktur dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
"Tentunya dari anggaran yang seperti ini tidak mungkin membangun jalan yang baik di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis," ucapnya.
Untuk meningkatkan penanganan jalan pada tahun berikutnya, Dedi mengungkapkan adanya komitmen Bupati Ciamis bersama sekretaris daerah untuk mengalokasikan 7 persen dari total APBD murni 2027 bagi pembangunan jalan.
"Pak bupati dengan sekretaris daerahnya akan mengalokasikan 7 persen dari total anggaran Kabupaten Ciamis," katanya.
Dedi berharap, komitmen tersebut dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus menjawab kekecewaan warga yang menilai pembangunan jalan di wilayahnya belum mendapatkan perhatian memadai.
"Semoga ketidaknyamanan ini ke depan segera berubah menjadi kenyamanan yang pada akhirnya tidak ada lagi masyarakat yang merasa kecewa, karena pembangunan infrastruktur jalannya dianggap dianaktirikan," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana
