Dedi Mulyadi Usulkan Kredit Taksi Listrik Lewat Bank bjb

Dedi Mulyadi mengusulkan pembiayaan melalui Bank bjb agar sopir bisa memiliki taksi listrik. Uji coba sekitar 20 unit di Depok turut diusulkan.

Dedi Mulyadi Usulkan Kredit Taksi Listrik Lewat Bank bjb
Dedi Mulyadi mengusulkan pembiayaan melalui Bank bjb agar sopir bisa memiliki taksi listrik. Uji coba sekitar 20 unit di Depok turut diusulkan.

INILAHKORAN.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan skema pembiayaan melalui Bank bjb untuk membantu pengemudi transportasi umum memiliki kendaraan sendiri. Gagasan ini sekaligus diarahkan untuk mendorong peremajaan angkutan kota (angkot) dan penggunaan armada yang lebih ramah lingkungan.

Melalui skema tersebut, pengemudi diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada pemilik kendaraan, tetapi dapat memiliki aset produktif dan mengoperasikan kendaraannya sendiri. Kendaraan listrik menjadi salah satu opsi yang tengah dijajaki untuk mendukung perubahan itu.

Dedi menyampaikan gagasan tersebut saat mengunjungi pabrik PT VinFast Automobile Indonesia di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, baru-baru ini. Dalam kunjungan itu, ia membahas peluang pemanfaatan kendaraan listrik untuk transportasi umum bersama manajemen perusahaan.

“Selama ini orang taksi itu kerja. Dia nyetor ke bos. Ini saya punya ide, sopir taksi berubah jadi tuan,” ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Dedi, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengemudi dapat membeli kendaraan dan mengoperasikannya untuk memperoleh penghasilan. Karena itu, Bank bjb diusulkan berperan dalam memfasilitasi kredit pembelian armada.

“Jadi milik sendiri. Kita fasilitasi kreditnya dari bjb, kemudian dia operator taksi,” ucapnya.

Sebagai tahap awal, Dedi mengusulkan uji coba pengoperasian sekitar 20 taksi listrik di Depok. Jika skema tersebut berjalan sesuai harapan, model serupa berpeluang dikembangkan ke kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Gagasan ini juga diarahkan untuk menjadi alternatif peremajaan angkot yang sudah berusia tua. Pengemudi diharapkan dapat beralih secara bertahap ke kendaraan yang lebih modern sekaligus memiliki kesempatan untuk menjadi pemilik armada.

“Pengganti angkot. Angkot yang sudah tua-tua itu bisa diganti perlahan, tapi sopirnya dididik untuk menjadi pemilik mobil,” katanya.

Meski demikian, realisasi skema tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait mekanisme kredit, persyaratan bagi pengemudi, serta kesiapan operasional kendaraan listrik untuk transportasi umum.***


Editor : JakaPermana