Dewan Apresiasi Polres Bogor yang Berhasil Ungkap Operasi Clandestine Laboratory Tembakau Sintetis

DPRD Kabupaten Bogor mengapresiasi Polres Bogor yang mengungkap dan mengungkap operasional pabrik terselubung (clandestine laboratory) yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di Cluster Bukit Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor. 

Dewan Apresiasi Polres Bogor yang Berhasil Ungkap Operasi Clandestine Laboratory Tembakau Sintetis
Foto ekspos pengungkapan pabrik clandestine terbesar di Jabar di Kabupaten Bogor.

INILAHKORAN, Bogor - DPRD Kabupaten Bogor mengapresiasi Polres Bogor yang mengungkap dan mengungkap operasional pabrik terselubung (Clandestine laboratory) yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di Cluster Bukit Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor. 

Dari pengungkapan operasional clandestine laboratory narkotika jenis tembakau sintetis ini, Kepolisian mensita barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis siap edar seberat satu ton atau 1.000 Kg.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya untuk jajaran kepolisian Polres Bogor, Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri yang berhasil membongkar pabrik narkoba terbesar di Jawa Barat. Tidak ada sejengkal lahan atau tempat untuk narkoba baik produksi atau peredaran nya di Kabupaten Bogor. Ini sejalan dengan Program Asta Cita dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujar Ketua komisi I DPRD kabupaten Bogor Muhammad Irvan Maulana kepada wartawan, Jumat, 7 Februari 2025.

Muhammad Irvan Maulana menuturkan, jumlah barang bukti yang disita oleh kepolisian dari pengungkapan pabrik Narkotik itu bisa merusak 5 juta orang atau setara dengan 92 persen jumlah penduduk yang ada di kabupaten Bogor sebanyak 5,56 juta jiwa. 

Oleh karena itu, setidaknya Kepolisian telah berhasil menyelamatkan warga Bumi Tegar Beriman dari bahaya dan penyalahgunaan narkoba. 

"Bayangkan saja, jumlah barang bukti narkotika jenis tembakau sintesis seberat satu ton itu bisa merusak rakyat yang nyaris sebanding dengan jumlah penduduk kita di Kabupaten Bogor. Sebagai wakil rakyat saya tentunya mengapresiasi Polres Bogor yang berhasil menyelamatkan 5 juta jiwa dari bahaya narkoba," tutur Muhammad Irvan Maulana.

Politisi Partai Gerindra ini menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bogor untuk turut serta mengawasi dan melaporkan jika terindikasi adanya gerak gerik produksi hingga penyebaran narkotika dengan langsung melaporkan kepada aparat setempat atau ke Polsek, Koramil, Kodim 0621 Kabupaten Bogor dan Polres Bogor. 

"Jangan takut, laporkan saja jika ada yang mencurigakan dan kita perangi narkoba bersama-sama. Sebab, modus para bandar narkoba sekarang menyamarkan lokasi tempat produksi mereka dengan berpura-pura menjadi penduduk atau ngontrak di pemukiman warga. Kami akan memberikan himbauan kepada RT dan RW untuk lebih menghidupkan kembali siskamling dan wajib lapor 1x24 jam," tegas politisi Partai Gerindra tersebut.


Editor : Ahmad Sayuti