Dewan Siapkan 4 Unit Bus Operasional Sebagai Pengganti Sementara Biskita

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menuturkan, DPRD Kota Bogor akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Bogor dan Dishub Kota Bogor untuk bisa menggunakan unit bus operasional DPRD.

Dewan Siapkan 4 Unit Bus Operasional Sebagai Pengganti Sementara Biskita

INILAHKORAN, Bogor - Pimpinan DPRD Kota Bogor sepakat untuk mengalihfungsikan sementara bus DPRD Kota Bogor sebagai armada angkutan masyarakat untuk mengganti kekosongan pelayanan Biskita Trans Pakuan. Tujuan langkah ini adalah menambal kekosongan pelayanan BisKita Trans Pakuan selama pemberhentian pelayanan yang dimulai 1 Januari 2024.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menuturkan, DPRD Kota Bogor akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Bogor dan Dishub Kota Bogor untuk bisa menggunakan unit bus operasional DPRD.

"Kami dari pimpinan sepakat bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat harus terus berjalan. Kami merasa bertanggungjawab dan solusi yang sementara adalah penggunaan bus operasional dewan," ungkap Adit dikutip  pada Minggu 5 Januari 2025.

Adit berharap, empat unit bus operasional dewan ini bisa mulai mengaspal di hari Senin 6 Januari 2025 mengingat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kota Bogor juga sudah dimulai.

"Kami selama beberapa hari kebelakang mendapatkan banyak pertanyaan dan aspirasi dari masyarakat yang meminta agar operasional BisKita tetap berjalan," tutur Adit.

"Senin sekolah sudah masuk, pengguna BisKita juga kebanyakan anak-anak sekolah. Sehingga kami berharap bus dewan bisa langsung beroperasi minggu depan," tambah Adit.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy telah membeberkan bahwa DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk menjaga layanan BisKita Trans Pakuan Kota Bogor tetap berjalan dengan menganggarkan Rp10 miliar berbentuk subsidi buy the service (BTS) untuk tahun 2025 ini.

"Sehingga secara paralel DPRD Kota Bogor akan melakukan pembahasan dengan Pemkot Bogor untuk mencari duduk perkara dan penyelesaian masalah berhentinya layanan BisKita Trans Pakuan," terangnya.

"Melalui Komisi II DPRD Kota Bogor akan melakukan rapat dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar layanan dasar transportasi tetap berjalan," pungkas Rusli.


Editor : Ahmad Sayuti